Episode 9 - The Greatest Love




Jin berkata kalau ia tidak menyukai Ae Jung lagi dan dengan bangga ia menyatakan kalau perasaannya itu adalah efek samping dari operasinya dulu, “Ketika aku sadar semua itu karena lagu itu, hatiku terlepas dari mantra itu.”


Ae Jung tidak percaya, ia pun mengecek sendiri dengan mendekatkan telinganya ke dada Jin, “Lihat, jantungmu berdetak!”
Jin: “Jika jantungku tidak berdetak, maka aku mati!”
Jin menambahkan: “ Jantungku berdetak kong dak kong dak dengan normal, tidak berdebar woo lung woo lung lagi seperti sebelumnya.”lol
Jin tiba-tiba tersadar dengan sikap Ae Jung, “Apakah kau….kecewa?” Jin merasa sangat senang dengan kesimpulannya itu dan Ae Jung hanya bergumam kalau ia khawatir tentang “azalea yang sedang sakit”, karena ia sudah kembali normal, maka ia senang.
Ae Jung menekankan sangat aneh kalau jantungnya bereaksi sepuluh tahun setelah operasi, tapi Jin menyatakan kalau itu tidak aneh tapi merugikannya. Dalam kasusnya ia merasa, ia merasa dirugikan karena salah mengira kalau jantungnya berdebar karena cinta dan telah mencukur kumisnya.
Ternyata dokter jantung Jin juga sependapat dengan Ae Jung sangat aneh kalau jantungnya bereaksi sepuluh tahun setelah operasi hanya karena sebuah lagu. Ia bertanya-tanya apakah lagu itu bisa digunakan untuk menghidupkan kembali jantung yang sudah sekarat.


Ae Jung bertanya pada Pil Joo,misalnya jantung seseorang berdebar ketika melihat orang tertentu, apakah orang itu bisa salah mengira kalau ia mencintai orang itu padahal itu tidak terjadi? Ae Jung ingin kalau Pil Joo setuju dengannya bahwa hal itu sangat konyol. Tapi Pil Joo berkata kalau itu mungkin terjadi dan mengacu pada studi tentang roller coaster yang menyebabkan peningkatan detak jantung. Dan jika menatap orang saat detak jantungmu masih tinggi, maka orang itu akan tampak lebih menarik. Jika stimulus tersebut diulangi maka seseorang akan mengira kalau perasaan fisik itu adalah cinta.

Tiba-tiba ponsel Ae Jung berbunyi dan suara ringtonenya membuat teori itu terbukti, setiap kali lagu itu berbunyi, Jin selalu menghubungkannya dengan dirinya. Sekarang Ae Junglah yang berpikir dengan pahit, “Aku merasa diperlakukan dengan salah.”
Jin bertemu dengan Se Ri dan berkata kalau ia akan meneruskan kontrak CFnya, meyakinkan kalau tidak akan ada lagi “ketidakadilan” karena sekarang ia lepas dari “kelemahan” yang dipegang Ae Jung. Se Ri bertanya apakah ini artinya tidak benar kalau ia menyukai Ae Jung. Jin segera berkata, “Siapa yang mengatakan itu? Aku akan menuntutnya.”


Jin mendengar pembicaraan Jae Seok dengan Representatif Moon. Jae Seok berkata kalau Jin ditolak oleh Ae Jung. Representatif Moon merasa senang dan ia akan menuntut orang yang menyebarkan gosip tentang keduanya. Ia mengaku kalau ia sedikit puas melihat Jin direndahkan. Jae Seok sependapat dengannya karena mereka merasa kesulitan menghadapi sikap buruk Jin. Representatif Moon pun bertepuk tangan, “Kerja yang bagus Gu Ae Jung.”
Jae Seok berkata kalau keluarga Ae Jung juga tidak menyukai Jin. Mendengar hal itu, Jin segera bertindak. Ia menyuap Hyung Kyu dengan es krim dan menyuruhnya berkata dengan jujur bagaimana pendapat keluarganya tentang dirinya.


Tapi ketika Hyung Kyu berkata, “Dokko Jin adalah lubang anus (butthole)…..” Jin segera menyuruhnya diam, “Ini sudah cukup.”
Hyung Kyu memegang mainan bermagnet dan bertanya, “Apakah kau ingin menempel seperti ini dengan bibiku?” Jin menjawab, “Dulu kupikir iya, tapi sekarang aku tidak tahu.” Ia pun memisahkan dua mainan itu dan menjelaskan, “Kupikir aku tertarik padanya karena kekuatan yang luar biasa, tapi sekarang kekuatan itu sudah hilang.” Ia memutar magnet sehingga kutubnya sama dan saling tolak menolak, ia pun mendemonstrasikannya dan mencoba melekatkan kedua mainan itu, “Lihat, ini tidak menempel.”
Hyung Kyu mengambil mainan magnetnya dan mendekatkannya dengan kalung Jin. Kalung itu bereaksi dan Hyung Kyu berkata, “Keduanya menempel!” Jin menyentak lehernya dan berkata kalau ia tidak akan tertarik oleh kekuatan itu lagi.


Ketika Ae Jung datang untuk menjemput keponakannya, Jin mengajaknya berbicara ditempat terpisah. Ia menunujukkan mainan magnet itu pada Ae Jung dan mendemonstrasikannya, “Berdasarkan gosip yang beredar, aku sedang mengejarmu yang tidak menyukaiku dan kau pergi meninggalkanku.” Magnet yang menempel pada mainan yang bbergambar gadis berputar dan “menolak” magnet mainan bergambar anak laki-laki. Ia memutar mainan magnetnya sambil berkata, “Situasiku sekarang telah berbalik. Aku akan pergi ke jalanku sendiri.” Klik! Sekarang mainan gadis itu menempel pada mainan anak laki-laki tsb, “Tapi lihat, Sekarang Gu Ae Jung yang tertarik padaku.”
Jin bertanya apakah Ae Jung tertarik padanya dan menduga dari reaksi Ae Jung kalau itu benar. Ae Jung protes kalau ia bukan mainan magnet dan Jin melepas alat penghitung detak jantungnya, ia ingin tahu apakah Ae Jung jujur. Ae Jung menolak dan Jin senang karena ini berarti kalau Ae Jung tertarik padanya.
Mereka tidak melihat kalau alat penghitung detak jantung itu tiba-tiba berkedip dengan aneh, tapi setelah Hyung Kyu mengambil magnetnya, kedipannya berhenti.


Ibu Pil Joo menarik larangannya pada rencana Pil Joo untuk belajar ke Cina dan menyuruhnya untuk berhenti dari acara Couple Making. Pil Joo berkata kalau ia akan tinggal yang membuat ibunya meledak kalau ia tidak berani menampakkan wajahnya setelah Pil Joo memberi tiga bunga pada Ae Jung.
Pil Joo: “Melihat ibu dengan tulus menentang, aku rasa ibu tahu kalau perasaanku juga tulus padanya.”
Ibu pun mengerang kalau ia tidak berani pergi keluar rumah, lama-lama ia akan jadi penyendiri. Pil Joo pun menawarkan,”Kalau begitu aku akan pergi bermain dengan ibu.” Wuih, anak yang baik dan cerdas.
Ibu Pil Joo pergi ke rumah Ae Jung. Ia berniat untuk mencari bukti kehidupannya yang sebenarnya agar Pil Joo menghentikan rasa sukanya padanya. Ia bingung ketika melihat alamatnya, “Seorang pacar yakuza seharusnya ia hidup di istana.” Ternyata Ae Jung tinggal di jalan dandelion dan hidup biasa-biasa saja.
Disini ia bertemu dengan ayah Ae Jung yang membenarkan kalau Ae Jung tinggal disini bersama keluarganya, ia tidak tinggal terpisah atau hidup di rumah yang lebih mewah. Ibu Pil Joo berbalik dan merasa khawatir, “Ini tidak benar. Lebih mudah untuk menyingkirkan gadis yang punya rahasia. Yang paling susah adalah gadis yang miskin.”


Jin memberitahu managernya kalau sikapnya kemarin karena operasi jantungnya dan Representatif Moon dengan senang menyambutnya kembali. Jin memberitahunya untuk menyuruh Ae Jung mengurus donasi sepatu larinya, sebagai kompensasi karena dulu ia mengganggunya yang meningkatkan citra negatifnya.
Dengan dermawan, Jin mengatakan kalau Ae Jung boleh memakai vannya an Jae Seok memandangnya dengan curiga. Ia pun mengetes Jin, “Ae Jung akan menggunakan van untuk memfilmkan kencannya dengan dokter itu.” Jin mengangguk, ia setuju, “Jika dibutuhkan, beritahu mereka untuk berjalan-jalan dengan van itu.”


Ae Hwan mengkonfirmasi kalau Ae Jung mau ikut dalam reality show pada produser. Ia merasa sangat berterimakasih sampai menangis. Ia menjelaskan kalau Ae Jung sudah menderita karena hinaan orang selama 10 tahun, akhirnya ia bisa melakukan pertunjukkan solonya, “Sebagai managernya, hal ini sangat penting bagiku, tapi sebagai kakak, Ae Jung kami adalah orang yang sangat baik, tolong bantu dia untuk melakukan pekerjaan yang baik.”
Jenny yang datang bersama Ae Hwan menawarkan diri kalau mulai sekarang ia menemani Ae Jung dalam berbagai acara . Karena ini akan memberinya kesempatan untuk membuat Se Ri tidak bertindak macam-macam pada Ae Jung.


Ae Hwan berkata dengan tidak sabar, “Setelah kita menikah, kita akan bertukar peran dan aku akan menjaga kafemu.” Jae Seok yang kebetulan ada didekat mereka pun menyahut, “Tidak! Aku yang akan menjaga kafe noona!”
Jenny menikmati perhatian dari keduanya dan bersorak untuk keberuntungan Ae Jung: “ Ia telah mengeluarkan album dan melakukan variety show. Yang ia perlukan sekarang adalah berakting dan ia akan menjadi tiga mahkota!” Ae Hwan, “memang kau pikir dia siapa? Lee Seung Gi?” hehehe


Taraaaaaaa……Lee Seung Gi pun muncul.


Jenny pun bergegas mendekatinya dan meminta jabat tangan. Seung Gi menerima pujiannya dengan sangat ramah. Ketika Ae Hwan berkata kalau mereka mengenakan scarf yang sama, Jenny menjadi senang (seperti Ae Jung dulu) sedangkan Seung Gi tertawa dengan canggung dan tanpa sadar segera menutupi scarfnya dengan sweater yang dipakainya ( seperti Jin dulu).
Jenny, Ae Hwan dan Jae Seok melihat Seung Gi pergi, kagum karena Seung Gi sangat sopan dan berperilaku baik, seperti imagenya selama ini. Jae Seok mendesah kalau Seung Gi benar-benar berkebalikan dengan Jin. Ia menangis, “Aku berpikir, ketika pertama kali bertemu dengan hyungnim, aku kira ia seperti Seung Gi, ternyata aku salah.”


Yang tidak mereka tahu, segera setelah Seung Gi aman dari tatapan fansnya, ia menyentakkan scarfnya dengan muka meringgis, ia pun memberikannya pada stylistnya. Suaranya pun berubah, dipanjang-panjangkan seperti kakek tua yang mabuk, “Apa ini sesuatu yang bisa dipakai oleh semua anjing tua atau ikan?”
Pada dasarnya Seung Gi sama dengan Jin di kehidupan nyatanya. Hehehe
Jin keluar dari elevator dan Seung Gi pun kembali berpura-pura menjadi orang yang baik. Ia membungkuk dengan hormat untuk sunbaenimnya. Jin menyebutkan program TV dimana Seung Gi menjadi MC nya, Steel Heart ( Kang Chul Shim Jang = Steel Heart, Kang Shim Jang = Strong Heart, program TV Seung Gi yang sebenarnya). Jin mengusulkan kalau ia harus mengundang Ae Jung ke acara itu, Seung Gi dengan halus menolaknya, berkata kalau semua itu tergantung pada penulis dan produsernya.
Jin tidak mau menyerah dan berkata kalau bintang seperti mereka juga bisa menentukan tamu shownya. Jin, “Atau kamu belum sampai level itu?” Seung Gi setuju untuk membicarakannya dengan produsernya,tapi ia berkata, “Apakah ini sangat penting sampai aku yang harus turun tangan?” Jin hanya berkata kalau Seung Gi melakukan ini, ia tidak akan mencuri iklan kulkasnya.
Itu membuat Seung Gi menjadi gusar dan ia menyatakan, “Aku Lee Seung Gi! Meskipun kau Sunbaenimku, kau tidak bisa mencuri iklan kulkasku dengan mudah! Dengan seringaian, ia menyuruh Jin, “Jangan masuk ke dalam zona amanku!”


Saat mereka masih berdebat, kerumunan orang datang untuk bertemu dengan dua aktor favorit mereka
bersama. Jin menghitung 1, 2 ,3 dan mereka berdua berbalik sambil tersenyum ramah dalam sekejap.


Di toko buku, Pil Joo melihat buku yang berjudul, Bagaimana Cara Mendapatkan Hatinya dan Teknik Berkencan. Ia pun membaca tip –tip di buku itu, seperti “Perlihatkan aktivitas yang bisa kau lakukan bersama dengan menggunakan hadiah yang kau berikan.” Ia pun memikirkan aktivitas apa yang bisa mereka lakukan bersama, ia terkejut ketika ia tersadar kalau ia sedang memandangi bra yang berwarna merah.
Tapi akhirnya ia memilih kamera dan berpikir kalau mereka bisa berfoto bersama.


Team Ae Jung telah menerima undangan dari Steel Heart , ditambah berbagai aktivitas promo yang lain serta tawaran Jin untuk menggunakan vannya. Mereka mengira kalau Jin masih menyukai Ae Jung. Ae Jung mendesah sambil menyembunyikan senyumnya kalau hal itu sangat menjengkelkan, tapi ia akan menemui Jin untuk membahas hal ini.
Sayangnya Pororo tahu kalau ia berbohong dan menyuruhnya untuk tidak berbohong lagi.
Dokter jantung Jin menelponnya karena ia khawatir kalau jantungnya tidak bekerja dengan benar, tapi Jin berkata kalau ia baik-baik saja. Dokternya berkata, “Daripada menyukai seseorang karena jantungmu berdebar, apakah tidak lebih mungkin kalau jantungmu berdebar karena kau menyukai gadis itu?”


Di rumah, Jin mengambil air bervitamin untuk diminum. Ia menggosokkan wajahnya ke botol yang dingin. Ia pun membayangkan wajah Ae Jung. Ia menjadi shock dan langsung melirik monitor alat penghitung detak jantungnya yang menunjukkan kalau ia masih ada di zona aman, 88 detakan.
Ia pun duduk untuk mencoba mengontrol pikirannya dan menggumamkan nada bermeditasi yang kemudian berubah menggumamkan lagu Dugeun Dugeun.
Ae Jung datang untuk mengkonfrontasi tentang motifnya membantunya, apa ia bercanda dengan perasaannya lagi. Jin berkata tidak, “Aku merasa canggung, berterimakasih dan menyesal. Canggung karena telah memanfaatkanmu, berterimakasih karena kau telah menolakku dan menyesal karena membuatmu menyukaiku setelah kejadian ini.Semua hal yang dilakukan pecundang (butthole) Jin, maka Dokko Jin yang layak akan bangun lagi.”


Ae Jung berbalik untuk pergi, ia merasa kecewa, tapi kemudian berubah pikiran. Dengan jujur ia memberitahu Jin kalau kekecewaan dan ketertarikannya tetap membuatnya tidak ingin pergi, “Kau benar, sekarang Jin yang pecundang (Butthole) yang menyukaiku sudah tidak ada dan sekarang yang kulihat adalah Dokko Jin yang sopan. Aku mengakui kalau aku tertarik.” Ia meminta waktu 10 detik untuk mengkonfirmasi kalau ia berada di zona yang aman dan menempel ke dadanya.


Jin pun menuruti Ae Jung dan memegangnya dengan erat. Kemudian ia memutar Ae Jung dan memeluknya dari belakang, sambil mengarahkan langkah kakinya ke tangga yang menuju kamar tidurnya.
Karena panik, Ae Jung menggunakan kakinya untuk menahan, jadi Jin memutarnya lagi dan mendorongnya ke pintu, memberitahunya kalau ia tidak bisa menyerahkan dirinya pada Jin dengan benar.


Ae Jung bertanya: “Ketika kau mendekatiku apakah kau berusaha untuk bersamaku dengan benar? Bukankah kau bermaksud untuk dekat denganku sampai akhir, tanpa meninggalkannya?” Jin memikirkan hal ini dan Ae Jung menyimpulkan kalau hatinya berpaling dengan sendirinya, Jin berpikir terlalu rumit, sebaiknya ia realistis saja.
Ae Jung pergi dan hati Jin berdebar. Ia berpikir kalau dirinya sedang sibuk, jadi tidak perlu memikirkan hal-hal yang rumit
Jenny mendengar dari Jae Seok tentang perubahan hati Jin dan ia memutuskan untuk menolong Pil Joo dengan mengundangnya ke kafenya malam itu.


Se Ri datang menemui Pil Joo dan terlihat lelah, ia memberi petunjuk tentang alasannya menjadi depresi. Ia mengingat Pil Joo kalau Ae Jung mempunyai image yang buruk dan sudah menyukai orang lain. Pil Joo, “Aku berpikir kalau aku menyukainya lebih banyak lagi, mungkin ini akan berhasil.”
Se Ri berkata dengan tidak semangat kalau ia merasa sakit melihatnya menyukai orang lain. Entah Se Ri berkata jujur atau tidak, karena ia sering berpura-pura demi kepentingannya.


Saat Se Ri pergi, ia mengenali pasien yang lain, Mina yang senyumnya menghilang ketika ia melihat Se Ri. Dari respon Se Ri yang setengah takut dan setengah curiga, sangat jelas kalau ia masih merasa bersalah atas kejadian 10 tahun yang lalu. Dengan perlahan Se Ri mendekati Mina, tapi Mina berbalik dan Se Ri merasa bimbang.
Jin sekarang merasa terkejut karena jantungnya sudah tidak terpengaruh oleh Ae Jung. Ia menjadi curiga dan bertanya-tanya kenapa ia tidak bereaksi. Bingung, ia bertanya, “Kenapa aku merasa malu jika aku bertindak dengan benar?” Ia memutuskan untuk mengembalikan semuanya ke tempat semula dan mengeluarkan anggur yang dikembalikan oleh Peter Jason, menyebutnya sumber dari masalah itu.
Jin tiba di kafe Jenny dimana Ae Jung duduk bersama Jenny dan Jae Seok. Mereka sedang menunggu Pil Joo. Karena masih kesal dengan kejadian sebelumnya, Ae Jung menyambutnya dengan tangan disilangkan, bertanya apakah ia datang kesini untuk menawarkan lebih banyak kompensasi.


Jin berkata kalau ia lupa satu hal dan mengumumkan, “Maaf.” Ia mengulanginya keras-keras dan kata-kata itu bergema di udara dan Ae Jung mengabaikannya. Jin memberitahunya kalau ia berharap kalau Ae Jung segera sembuh dari hipnosisnya, seperti yang terjadi padanya. Ia menjentikkan jarinya dan berkata kalau ia bisa menghentikannya dalam 25 hitungan.


Sebaliknya, Ae Jung membuka botol wine dan meminumnya. Ia menghabiskan satu botol dalam satu tegukan dan mengumumkan, “Aku sudah sembuh sekarang.”
Jin khawatir kalau Ae Jung akan memuntahkannya, tapi Ae Jung hanya berkata, “Aku tidak akan memuntahkannya. Aku akan memakan semua yang pernah terjadi denganmu, mencernanya dan mengubahnya menjadi kotoran.”


Dengan terhuyung-huyung ia meninggalkan meja Jin sedangkan Jin mencemaskannya. Jenny memberitahunya dengan nada menghina kalau sebaiknya ia pergi karena sebentar lagi Pil Joo akan datang, “Ia benar-benar orang yang baik yang peduli pada Ae Jung. Walaupun Ae Jung pernah menghilangkan barang yang sangat penting baginya, ia sangat takut kalau Ae Jung akan merasa kecewa dan membeli pena yang baru dan berbohong kalau ia telah menemukannya. Begitu besar ia peduli pada Ae Jung.”
Sekarang ia sadar, “Ia tidak membelinya dan berbohong kalau ia menemukan pena itu?” Jenny memberitahunya kalau ia sudah salah paham.


Pil Joo masih ada di klinik, ia sedang merawat Se Ri dan menyebutkan komentar Se Ri tentang melihat orang yang disukainya menyukai orang lain. Se Ri berpikir kalau akhirnya Pil Joo mengerti petunjukknya, tapi kecewa ketika Pil Joo menduga kalau ia mengalami waktu yang berat melihat Jin menyukai wanita lain.
Pil Joo berkata kalau penampilannya pucat menunjukkan kalau perasaannya tulus. Se Ri mendesah, “Ya, memang. Aku tidak tahu kalau mereka sampai tahap seperti ini, tapi jika aku terus memandanginya, aku tetap menyukainya.” Pil Joo menyemangatinya dan berkata kalau ia ada di posisi yang sama.
Jenny kehilangan jejak Ae Jung dan ia khawatir kalau Ae Jung berkeliaran dalam keadaan mabuk. Jin mendengarnya dan mengenali suara ringtone ketika Jenny menelpon Ae Jung. Ia mengikutinya sampai di sebuah bangku, dimana ia menemukan Ae Jung yang bergoyang dengan tidak stabil. Ia bertanya apakah Ae Jung baik-baik saja, dan Ae Jung hanya mengulangi perkataan Jin seperti anak kecil yang sedang mengejek.
Jenny mengomel kalau kebiasaan mabuk Ae Jung dapat menimbulkan keributan. Ia pernah mengulangi kata-kata yang sedang diucapkan seorang ajumma yang gampang tersinggung yang berbicara kasar padanya dan ketika Ae Jung mengulangi perkataannya, ajumma itu membuat keributan besar.


Untungnya Jin tahu kalau itu hanya kebiasaan mabuknya dan bertanya, “Kenapa kau tidak menjelaskan masalah pena itu?” Ae Jung pun membalasnya,”….tidak menjelaskan.”
Jin: “Kau tidak mempercayaiku kan?”
Ae Jung: “Tidak mempercayaimu.”
Jin: “Kata-kata tentang tidak akan menyukaiku, apakah kau akan membatalkannya.”
Ae Jung: “…Akan membatalkannya.”
Jin: “Dan kau membawa kentang itu untuk diberikan padaku?”
Ae Jung: “Membawanya untuk diberikan padamu.”
Jin: “Dan kau datang untuk memberi makan ikanku?”
Ae Jung: “Aku datang.”
Jin: “Aku minta maaf.”
Jin tahu kalau Ae Jung hanya mengulangi perkataannya tapi ia juga mengerti kalau ini adalah kebenarannya. Ia sengaja menanyakan hal-hal itu jadi Ae Jung akan menegaskan semua kecurigaannya, tapi ia bisa mengenali kebenaran dari kata-katanya itu, yang hanya membuktikan kalau ia orang yang brengsek.


Ia memeluknya dan melihat monitornya lagi yang masih berada di zona yang aman.


Ketika Pil Joo tiba di kafe, Jenny memberitahunya kalau mereka kehilang Ae Jung yang sedang mabuk. Pil Joo segera ikut mencarinya dan menemukan Ae Jung membungkuk ke depan
Jin bersembunyi saat Pil Joo mendekati Ae Jung dan pergi diam-diam, terlihat menyedihkan.
Ae Jung tertidur di bahu Pil Joo dan Pil Joo bertanya padanya, “Besok, kau akan memegang tanganku kan?” Ia melihat tangan Ae Jung ada dipangkuannya dan mengaitkan kelingking mereka membuat pinky promise.
Jin pulang ke rumahnya danmelihat ikan-ikannya, ia sadar kalau Ae Jung telah datang untuk memberi makan mereka dan berkata, “Seharusnya aku memelihara peliharaan yang bisa berbicara.” Ia berkata kalau anjing akan menggonggong untuk memberi respon. Ia menyalahkan ikan-ikannya yang tidak mengatakan apapun.


Se Ri bertanya pada manager Jang kenapa 10 tahun lalu ia setuju dengan Ae Jung untuk membubarkan KBSN. Manager Jang meyakinkan kalau Ae Jung telah di backing oleh seseorang yang telah menyuap Presdir perusahaan rekaman untuk setuju tanpa bertengkar. Se Ri terkejut mendengarnya, karena manager Jang juga tidak tahu siapa orangnya.
Se Ri mencoba mengetes kecurigaannya, ia bertanya apakah Mina mungkin tahu siapa orangnya. Manager Jang berkata kalau ia punya banyak hal yang harus ditanyakan pada Mina dan Jika Se Ri bisa menemukannya, ia ingin mengkonfrontasinya dan berjanji akan melindungi Se Ri.
Paginya, Jenny membawakan obat anti mabuk yang ditinggalkan oleh Pil Joo. Ia berkata kalau ia tahu perasaan Ae Jung yang sedang bingung, tapi ia ingin melihat Ae Jung bahagia dan ia akan berpura-pura tidak tahu siapa yang menjadi sumber ketidakbahagiaannya.


Ae Jung melihat botol air bervitamin di meja samping tempat tidurnya. Ia mengambilnya dan menempelkannya ke pipinya. Ia berkata, “Ini dingin” dan kemudian mengambil paket obat sambil berkata,”Ini hangat.”
Hari ini adalah syuting Couple Makingnya dan saat ia meninggalkan rumahnya, ia berhenti ketika melihat Jin datang. Ia menyimpulkan kalau Jin datang karena ia merasa tidak enak setelah membuatnya mabuk kemarin. Ia memutuskan kalau ia akan menyelesikan semuanya. Ia menyuruh kakaknya untuk pergi tanpanya dan Ae Hwan berkata kalau ia percaya kalau Ae Jung akan datang ke studio MBS, Ae Jung pun mengangguk.
Ae Jung memberitahu Jin kalau ia masih mabuk karena anggurnya dan meminta bantuannya untuk mengobatinya. Semuanya akan sembuh dengan sup untuk orang mabuk. Ae Jung berkata kalau sup itu akan menyembuhkan luka fisik dan mentalnya.


Jin berkata kalau mereka tidak pernah duduk bersama seperti ini sebelumnya dan Ae Jung mengingatkannya, itu karena Jin selalu membuatnya pergi. Ae Jung memberitahunya kalau sangat bagus ia telah melakukan itu, jika ia terus bersamanya, mereka akan digosipkan bersama. Jin setuju, berkata kalau popularitasnya akan turun, tapi efeknya tidak akan buruk untuk Ae Jung, tidak seperti dirinya.


Ae Jung: “Jika kau mengetahuinya dengan baik, kenapa kau tidak mencegahnya dan membiarkan dirimu menyukaiku?”
Jin: “Aku sangat menyukaimu dan tidak bisa mencegahnya lagi.”
Ae Jung: “Apakah kau benar-benar menyukaiku?”
Jin: “Ya. Kau melihatku sebagai Dokko Jin yang bertepuk sebelah tangan dengan menyedihkan. Aku bisa mengatakannya dengan jujur kalau itu bukan masalah lagi, tapi jika aku tidak sadar, aku akan menabrak batu dan patah hati.”
Ae Jung tergelak dan meyakinkannya kalau ia tidak menertawakannya, “Ini hanya….Kau pergi bukan karena aku menyedihkan dan kau begitu menyukaiku. Ini terasa menyenangkan.”
Jin memperlihatkan alat penghitung detak jantungnya, “Bahkan jika kau tersenyum, ini tidak mempengaruhiku sama sekali.” Lagi pula ia sangat pandai mengontrol pikirannya. Merasa geli, Ae Jung bercanda kalau jantungnya sangat baik dan ia sedikit membencinya, dan berpura-pura menggigit tangannya, “Aku hanya mengecek untuk melihat seberapa bagus kau mengontrol pikiranmu. Aku menegaskan kalau kau tidak terpengaruh sama sekali.”
Ia pun mengubah perhatiannya pada sarapannya, “Aku harus memakannya dan menjadi lebih baik, supaya aku tidak terpengaruh juga olehmu.”
Jin menatap Ae Jung dengan lembut, tapi ia selalu mengecek monitornya. Kelihatnnya ia tidak sadar akan perasaannya yang sebenarnya. Kelihatannya alat itu rusak karena telah terpengaruh magnet dari mainan Hyung Kyu.


Set untuk syuting hari ini terlihat romantis. Se Ri memberitahu Pil Joo kalau ia tidak berpikir Ae Jung akan muncul dan Pil Joo memberitahunya kalau ia sudah gugup, bahkan sebelum Se Ri berkata seperti itu.
Se Ri: “Awalnya kau merasa bingung dan sekarang kau merasa marah , kan? Jangan lupa untuk mengingat bagaimana rasanya, agar membuat penjelasannya lebih mudah nantinya.”


Jin menurunkan Ae Jung di dekat set dan Ae Jung ragu-ragu sebelum ia berbicara.
Ae Jung:” Seperti saat kau berbicara jujur padaku sebelumnya, aku akan jujur padamu sekarang. Kau sudah membuatku bingung. Setelah bertemu denganmu bunga cherry bermekaran di hatiku dan camelia bahkan azalea. Tapi ketika bunga-bunga itu mekar, mereka akan gugur pada saat tertentu. Jadi walaupun aku sangat senang dan bahagia, aku sangat takut untuk memegang tanganku. Aku hanya bisa mendekatimu satu langkah pada suatu waktu, tapi untungnya, bunga-bunga itu berguguran sendiri. Karena telah menunjukkan padaku bunga yang begitu indah di malam musim semi, aku sangat berterimakasih.”
Selama Ae Jung berbicara, Jin terlihat terpukul dan berkali-kali melirik monitor jantungnya. Ia tidak mengerti, “ini sangat aneh, …jantungku berdebar….”


Ae jung berbalik untuk pergi, tapi Jin menarik pergelangan tangannya dan segera berkata, “Kupikir ada sesuatu yang salah. Aku harus memastikannya sendiri.”
Jin mengagetkan Ae Jung bahkan dirinya sendirir dengan mencium Ae Jung. Ia kemudian menarik diri dan mengecek monitornya yang masih menunjukkan angka 88.


Jin tidak percaya, “Ini tidak mempengaruhinya sama sekali.” Ia tidak setuju dengan keadaan ini, tapi hati Ae Jung yang rapuh menganggap kata-katanya begitu menyakitkan. Ia memberitahu Jin, “Terimakasih karena telah memastikan kalau kau tidak merasakan apapun.”
Ae Jung pun pergi. Jin tidak bisa menerimanya dan melepas monitornya. Ia menggunakan stopwatch untuk menghitung detak jantungnya secara manual.
Setelah satu menit, ternyata detak jantungnya 130.
Acara syuting pun dimulai. Se Ri menyatakan pertanyaan hari ini: Apakah Ae Jung akan muncul. Ia pun berbalik ke arah Pil Joo, berkata padanya tanpa membuat suaranya masuk ke dalam mikrofon.
Se Ri: “Kau merasa gugup dan gembira karena akan memulai hubungan dengan Ae Jung unni kan? Tapi aku tidak mau diam saja dan melihat, jadi aku akan memberitahumu. Perasaan yang kuceritakan padamu kemarin,….itulah yang kurasakan sekarang. Karena aku menyukaimu.”


Tapi pada saat yang sama Ae Jung muncul. Se Ri kembali melakukan tugasnya sebagai MC, bertanya apakah Ae Jung datang untuk menerima atau menolak.


Ae Jung berjalan dengan perlahan ke arah Pil Joo, tapi pada menit terakhir ia berhenti dan berbalik untuk melihat kebelakang….


Ia tidak melihat Jin yang berlari ke arahnya dan kembali berbalik menatap Pil Joo. Ketika Ae Jung berdiri disana, Pil Joo melihatnya dengan tatapan yang serius. Akhirnya Ae Jung kembali melangkah dan bertemu dengan Pil Joo di tengah-tengah panggung. Pil Joo melangkah maju dan mengeluarkan tangannya pada Ae Jung. Se Ri bernarasi, “Gu Ae Jung, tolong segera memutuskan.”


Ae Jung memegang tangan Pil Joo dengan perasaan berat dan bergabung dengannya di tempat yang berhias bentuk hati, sesaat kemudian kembang api pun menyala.


Se Ri melihatnya dengan tidak senang, ia meng MC dengan suara datar, sedangkan Pil Joo tersenyum.
Jin tiba di pinggir jembatan, ketika ia akan memanggil nama Ae Jung, kembang api pun menyala. Ia mencengkeram dadanya yang sakit. Dan lagu latarnya berbunyi, selamat tinggal, selamat tinggal, selamat tinggal….


Ia pun terengah-engah, “Gu Ae Jung, rasanya sangat sakit. Rasanya aku akan sekarat.”




source: http://www.bengawanseoul.com/2011/10/greatest-love-episode-9.html |shared by koreabanget!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...