Episode 8 - The Greatest Love



Para wartawan segera berkerumun saat Dokko Jin datang dengan membawa sepatu ungu yang menjadi subyek skandal Ae Jung. Ia membungkuk dengan satu kaki dan memasangkan sepatu itu kekaki Ae Jung. Ia berdiri untuk memberitahu wartawan kalau dialah yang membeli sepatu itu. Ia beralasan kalau ia ingin mendonasikan uangnya untuk acara dimana didalamnya ada orang special baginya sebagai MC ( Se Ri)
Wartawan bertanya kenapa ia tidak menawar tas Se Ri saja. Jin menjawab kalau ia berniat untuk menyumbang sepatu lari secara diam-diam. Ia berlagak rendah hati sambil mengutip nama julukannya “Malaikat Tak Bersayap Dokko Jin”. Ia mendesah kalau ia tidak ingin menarik semua perhatian untuk tindakan amalnya ini.
Kemudian dengan jentikan jarinya, 3 truk penuh dengan merk sepatu lari yang sama datang di belakang para wartawan. Ia meminta maaf karena membuat kekacauan seperti ini hanya karena ia ingin memberi donasi yang sebenarnya ingin dilakukannya secara diam-diam.

Dan kemudian kita melihat wajah sombong penuh kepuasan, saat Jin membayangkan sayapnya membentang dibawah halonya.

Setelah aman didalam gedung dan jauh dari wartawan, Jin mengecek reaksi di internet dan secara umum reaksinya menguntungkan bahkan ada yang berkata kalau ia bisa menjadi bintang iklan sepatu. Ae Jung berkata kalau ia sangat kaget ketika ia datang, ia berpikir kalau ia akan mengumumkan…..
Jin: “Kalau aku membeli sepatumu karena aku menyukaimu? Hatiku mungkin sedikit hancur karenamu, tapi untuk membuat skandal seperti itu? Otakku tidak rusak.”
Ae Jung khawatir kalau terlibat dengannya membuat level Jin jadi turun sama dengan levelnya dan itu akan terasa berat. Jin, “Aku telah memutuskan untuk mengakui cinta sepihakku.” Jin memberitahunya untuk tidak usah khawatir akan terlibat dengannya dan ia akan baik-baik saja.
Ae Jung menyuruhnya untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi dan Jin menjawab dengan sederhana, “Aku akan mengurusi urusanku sendiri. Itulah keuntungan cinta sepihak. Aku bisa melakukan apapun yang kumau.”


Jin berjalan keluar dan ternyata Se Ri sudah menunggunya untuk bertanya apakah Ae Jung tahu sesuatu kelemahannya sehingga membuatnya berbuat sepertu itu. Jin menjawab iya.
Tapi Jin kaget karena Se Ri hari ini terlihat sombong dan santai. Ia berkata kalau hari ini Ae Jung akan dieliminasi. Produser telah berbicara dengan Pil Joo untuk mengeluarkannya karena tidak akan ada ketegangan dramatis untuk kontestan lain jika ia tetap memilih Ae Jung.
Itu hanya alasan yang diberikan mereka pada Pil Joo, mungkin alasan sebenarnya kenapa Ae Jung akan dikeluarkan adalah karena skandal itu. Walaupun ia sudah diselamatkan, tapi tetap saja imagenya sudah tercoreng. Tapi mereka tetap membiarkan Pil Joo yang mengambil keputusan.

Ketika Pil Joo keluar dari meeting itu, Jin telah menunggunya.
Mereka duduk untuk berbicara. Pil Joo menekankan kalau Jin mungkin berpikir kalau apa yang dilakukannya hari ini sangat heroik, tapi ia hanya membuat Ae Jung semakin sedih. Sebaliknya, Jin berterimakasih pada “orang biasa saja” yang telah menaikkan harga lelang sepatu itu sehingga ia bisa memberi banyak donasi.
Pil Joo menjawab kalau ia bisa, ia akan membawa Ae Jung menjauh dari dunia entertainment selamanya (mungkin dengan menikahinya).
Jin berkata padanya, jika ia benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk Ae Jung yang telah mengorbankan banyak hal untuk acara ini, untuk terus berada di dunia ini, ia hanya harus memberinya satu bunga supaya Ae Jung tetap ada di acara ini untuk seminggu lagi.
Di tempat syuting, Pil Joo meminta maaf pada Ae Jung karena ia tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya dan memberitahunya kalau ia tidak tahu bagaimana melindunginya di dunia selebriti ini, “Aku hanya bisa melindungimu dengan caraku sendiri.”
Ae Jung memberitahunya kalaupun ia harus mengeluarkannya dari acara ini, ia tidak ingin kalau Pil Joo terlalu memikirkannya dan menjadi beban baginya.

Saatnya pembagian mawar. Pil Joo mendekati para kontestan dengan membawa tiga bunga di tangannya. Dan dengan pandangan yakin, ia mendekati Ae Jung dan memberinya sebuah mawar. Produser dan Se Ri mendesah karena Pil Joo tidak mau mendengarkan mereka, sedangkan Jin terlihat senang dan berbalik pergi.
Hanya saja, Pil Joo tetap berdiri didepan Ae Jung dan memberinya sebatang mawar lagi. Kerumunan wartawan dan para staff menahan napas yang membuat Jin berbalik lagi.


Jin ternganga ketika Pil Joo memberikan mawar terakhir untuk Ae Jung, ia seperti anak yang keras kepala. Semua mata tertuju pada mereka dan kerumunan wartawan pun membeku. Akhirnya produser memberi tanda pada Se Ri untuk memotong ke iklan.


Para wartawan mengerumuni pasangan itu, mereka masih terdiam disana. Se Ri turun dari panggung, tapi berhenti ketika ia melihat Jin, menatap Pil Joo dan Ae Jung dengan tegang. Ia terlihat marah, bergumam pada dirinya sendiri kalau ia menyuruh dokter itu untuk memberi Ae Jung satu bunga. Ia terus menggerutu yang membuat detak jantungnya menjadi lebih cepat sehiangga mencapai zona bahaya.
Se Ri melihatnya dan akhirnya ia mengerti, “Kelemahan yang diambil Ae Jung adalah….hatinya?”


Di ruang ganti, Ae Jung duduk bersama Pil Joo. Ae Jung bertanya kenapa Pil Joo melakukan hal itu, walaupun bagian itu dipotong, para wartawan sudah melihatnya dan pasti akan sulit mengatasinya. Pil Joo mengingatkannya kalau ia membantunya dengan caranya sendiri
Pil Joo memberitahunya kalau Ae Jung hidup didunia dimana orang-orang salah paham dengannya dan yang bisa ia lakukan hanya melihat saja, “ Jadi aku ingin membawamu pergi dari dunia ini.” Ia tahu kalau satu-satunya cara adalah ia harus lebih dekat dengannya, untuk membawanya pergi dari orang yang terus menariknya kembali ke dunia ini (dunia selebritis).
Ae Jung kaget ketika ia sadar kalau ternyata Pil Joo tahu tentang Jin. Pil Joo menatap ketiga bunga mawar itu dan berkata, “ Ini adalah kejujuranku. Caraku untuk memberitahumu tentang isi hatiku. Tapi sebelum itu aku ingin melindungimu dulu. Gu Ae Jung sshi, aku menyukaimu.”
Ditempat lain, Jin sedang mengeluh pada Jae Seok kalau Pil Joo telah berlebihan, membuat status Ae Jung di acara itu terancam. Jae Seok berpikir kalau acara itu sekarang tidak penting, karena Ae Jung bisa menjadi istri dokter.
Jin berkata kalau Ae Jung telah mempertaruhkan hidupnya untuk acara ini, karena ia harus tetap ada di dunia showbiz supaya ia dapat makan dan hidup…….dan jika kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi,maka……..Akhirnya ia sadar kalau Pil Joo bermaksud mengambil Ae Jung darinya.
Produser Couple Making mengadakan rapat darurat untuk mengatasi masalah yang dibuat oleh Pil Joo dan memutuskan untuk menerimanya dan mengganti konsep episode depan menjadi “Apakah dia akan menerima?”. Di Area parkir, Ae Hwan bertanya pada Ae Jung apakah ia benar-benar menerima “mereka” secara rahasia dalam kehidupan nyatanya.
Maksud Ae Hwan adalah bunga mawarnya, tapi ketika Ae Jung melihat ke bawah kearah bunga itu, matanya beralih ke kakinya. Ia teringat ketika Jin berlutut dan memakaikan sepatu itu ke kakinya. Ae Jung pun menjawab, “Iya.” Aw ternyata Jin yang menang.


Ketika Ae Hwan mengambil mobil, Ae Jung merasa bingung, memikirkan dua pria itu di pikirannya. Ia maju dua langkah, kemudian mundur lagi. Ternyata Jin sedang duduk didalam mobilnya dan melihatnya seperti itu. Ia mengira Ae jung sedang senang karena telah menerima mawar itu.
Jin memutuskan kalau ia akan menunjukkan pada Ae Jung kalau ia sudah melupakannya dengan cara melewatinya dan meninggalkannya dalam debu. Ia mengeluarkan mobilnya dengan cepat, tapi ketika ia sudah dekat dengan tempat Ae Jung berdiri, tiba-tiba mobilnya melambat dan seperti merangkak dengan konyol, padahal Jin sudah memasang tampang serius seolah-olah ia melewatinya.


Ae Jung memandangnya dengan rasa ingin tahu, bertanya-tanya apa yang sedang ia lakukan, saat Jin berusaha memajukan mobilnya sedikit demi sedikit.
Ia mengetuk kaca mobil dan bertanya apa yang sedang ia lakukan, jadi Jin menurunkan kaca mobilnya dan menjawab bahwa ia hanya mau lewat. Karena Ae Jung sudah ada disini, sebaiknya ia masuk ke dalam mobil karena ada yang ingin dibicarakannya. Ae Jung bertanya-tanya apa yang ingin dibicarakannya, tapi Jin tidak mau memberitahunya dan menekankan, “Bukankah itu membuatmu ingin tahu? Ayo masuk!”
Jin ingin memberitahunya tentang cerita bunga dan Ae Jung bertanya dengan khawatir apakah ini seperti dongeng camellia kemarin. Kali ini adalah azalea, yang dikenal Ae Jung sebagai puisi terkenal dari Kim Sowol.

Ketika melihatku membuatmu muak
Ketika kau pergi
Aku akan melepaskanmu tanpa pertengkaran, tanpa kata

Gunung Yonghyun Yaksan
Azalea
Aku akan menaburkan segenggam di jalanmu

Langkah perpisahanmu, menginjak
Bunga-bunga itu
Melangkah dengan ringan saat kau pergi

Ketika melihatku membuatmu muak
Ketika kau pergi
Aku akan mati sebelum menitikkan air mata.

Puisi itu bercerita tentang seseorang yang melepaskan kekasihnya dengan tegar, seolah-olah ia tidak patah hati.
Ae Jung: “Kau tidak perlu menyebarkan bunga.”
Jin: “Tidak, aku akan menyebarkan bunga. Kita akan lihat apakah kau bisa menginjaknya atau tidak!”


Jin membawa Ae Jung kesebuah SD dan ia mulai menceritakan masa lalunya. Ia memberitahu Ae Jung kalau ia tidak pernah pergi ke sekolah umum karena ia selalu sakit.
Ae Jung tidak ingat kalau ia pernah mendengar hal ini sebelumnya dan Jin mengaku kalau hampir tidak ada yang tahu kalau dulu dia anak yang sakit-sakitan. Ae Jung bertanya ia sakit apa dan Jin memberitahunya kalau ia sakit jantung, makanya ia terus berusaha untuk hidup dengan detak jantung 60-90.
Ae Jung bertanya-tanya apakah itu benar dan Jin mulai membuka kancing bajunya.


Kemudian ia membuka bajunya lebar-lebar, seperti orang gila, “ Jantungku telah robek. Heartbreak!”
Ae Jung melompat kebelakang tapi kemudian ia melihat bekas luka dan menyentuhnya dengan tangannya. Jantung Jin mulai berdetak dengan keras dan ia meraih tangan Ae Jung dan menempelkannya didadanya, tapi itu malah membuat Ae Jung takut.


Ae Jung bertanya kenapa Jin memberitahunya semua ini. Jin: “Untuk membebanimu. Kubilang aku akan menyebarkan bunga. Hatiku adalah azalea. Aku akan menyebarnya di jalanmu. Hatiku sangat sakit, sampai-sampai bisa hancur dengan satu langkah….apakah kau bisa menginjak azaleaku?”


Ae Jung bertanya apakah ia benar-benar sakit dan Jin mulai mendramatisir, ia memberitahu Ae Jung kalau dirinya saaaaangat sakit dan memohon padanya untuk tidak menginjak jantung yang ada dijalannya untuk pergi ke “pria itu”
Hal ini mulai membebani Ae Jung dan Jin melihatnya dengan seringaian setannya – rencanaku berhasil!-Tapi tiba-tiba beberapa orang anak mengganggu momen itu dengan lemparan bola. Mereka meminta Jin untuk mengembalikan bola mereka. Ia tidak tahan untuk pamer, dan ia menendang langsung ke gawang.


Yang jelas-jelas membuktikan kalau ia tidak sakit. Jin pun sadar, Ae Jung menyilangkan tangannya dan mulai teringat kalau ia pernah pamer kalau ia melakukan semua gerakan di film Fighter tanpa stuntman….., “Untuk berpura-pura menjadi azalea, bukankah tubuhmu itu terlalu berotot?”
Jin: “Ini hanya luarnya saja.”
Ae Jung memberitahunya untuk tidak mencoba menjeratnya dengan bekas operasi lama, tapi Jin tetap keras kepala. Ia berkeras kalau setiap kali Ae Jung berpikir untuk pergi menemui dokter itu maka ia harus memikirkan sakitnya, hatinya yang rapuh yang membuatnya merasa tidak enak sehingga ia tidak jadi pergi.
Produser Couple Making meminta Pil Joo untuk melakukan satu show lagi, untuk mendengar jawaban Ae jung. Produser itu berterimakasih padanya karena acara tsb mendapatkan rating yang tinggi. Pil Joo bertanya-tanya apakah Ae Jung akan setuju untuk melakukannya dan teringat pada percakapan mereka kemarin.
Ketika Ae Jung berkata kalau ia akan mengerti jika Pil Joo tidak memberinya bunga, tapi sekarang ia malah memberinya tiga, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Pil Joo berkata padanya kalau ia juga tidak tahu karena ini pertama kalinya ia melakukan hal ini.
Pil Joo kemudian bertanya dengan panik, “Apa itu artinya aku akan langsung ditolak?” Ae Jung tersenyum dan meminta waktu. Mereka memutuskan untuk memberinya waktu 3 hari.


Se Ri datang dan memberitahu Pil Joo kalau Ae Jung adalah orang ketiga dalam hubungannya dengan Jin dan ia terkejut ketika mengetahui kalau Pil Joo sudah tahu, “Kau tahu dan kau masih memberinya 3 mawar?” Pil Joo hanya memberitahunya untuk tidak membuat semuanya menjadi berat bagi Ae Jung dan pergi.


Malamnya, Ae Jung membaca puisi azalea itu dengan keras sedangkan Jin sedang patah hati dirumah dan Pil Joo sedang merenungkan dua pena identik yang telah dikembalikan padanya.


Setelah selesai membacanya, Ae Jung merenung, “Azalea bukanlah puisi tentang melepaskan seseorang dengan baik. Puisi itu berarti kau lebih baik mati daripada melepaskan mereka pergi dengan baik.”
Hari berikutnya, Couple Making disiarkan dan dunia entertainment menjadi heboh, tapi ternyata acara itu menjadi hit dan diputuskan untuk diteruskan dengan memberi pasangan itu segmen tersendiri.
Representatif Moon memberitahu Ae Jung kalau ini kesempatannya untuk menanggalkan image buruknya dan jika kencannya dalam show itu sukses, itu akan meningkatkan karirnya. Ia bahkan menyemangati Ae Jung untuk benar-benar mengencaninya di dunia nyata.
Ayah bertanya-tanya bagaimana caranya ia menyelesaikan kesalahpahaman dengan ibu Pil Joo. Ia sekarang merasa bersalah karena telah menerima obat dan daging itu. Ia pergi ke klinik dan menemukan cara yang bagus, tapi ketika mereka bertemu, Ibu Pil Joo merasa sangat kecewa tentang acara itu dan ia mengomel kalau Ae Jung tidak cocok dengan Pil Joo.
Kata-katanya membuat ayah marah dan tanpa sadar, mereka pun saling berteriak tentang anak-anak mereka apakah cocok untuk satu sama lain atau tidak.
Jae Seok melihat Jin melihat lagi episode terakhir Couple Making dan memberinya berita bagus kalau Ae Jung dan Pil Joo akan mendokumenterkan kencan mereka. Jin: “Kencan?”


Jin ketakutan dan mulai membayangkan semua kencan yang akan mereka lakukan untuk acara itu, semuanya romantis, yang mengantarkan mereka ke “malam pertama” mereka. Jin berteriak, menghilangkan semua khayalannya sendiri. Ia pun menaikkan alisnya untuk menunjukkan pada Jae Seok kalau ia kesal padanya, karena Jae Seoklah yang membuatnya membayangkan yang tidak-tidak.
Sedangkan Pil Joo sedang gugup di tempat kerjanya, berkeringat ketika menunggu Ae Jung menjawab pernyataan cintanya.
Ae Jung bertanya-tanya apakah seharusnya berbicara dengan Pil Joo tentang keputusannya (untuk melaksanakan acara itu atau tidak) dan Jin menguping dengan gugup. Ia merasa senang ketika melihat Ae Jung masih berada di agensi, sedang menandatangani sepatu yang mereka donasikan. Jin sangat bersemangat karena bisa berdekatan dengan Ae Jung.


Jin memuji profesionalisme Ae Jung saat syuting dan berkata kalau ia terlihat tenang ketika menerima mawar-mawar itu. Ae Jung tersenyum, “Benarkah? Aku sangat gemetar waktu itu.”
Jin menggerutu kalau Pil Joo pasti merasa bersalah karena telah berbohong waktu itu, Ae Jung hanya mengiyakan.Jin menyesal karena dulu ia membuang pena itu. Ia mulai menandatangani foto itu dengan cepat dan penuh amarah. Ae Jung berkata kalau ia secepat itu, maka pekerjaan mereka akan cepat selesai.
Jin tersadar kalau ia salah dan ia pun mulai menandatangani sepatu itu dengan sangat lambat. Ae Jung melihatnya dan tersenyum.
Jenny senang dengan keadaan Ae Jung sekarang. Ae Hwan dan Jae Seok menggunakan kesempatan ini untuk bertanya, apa yang akan dia lakukan jika ada dua pria yang memperebutkannya. Jenny mendesah dengan senang, “Aku akan memilih keduanya!”
Jin melihat kalau Ae Jung menandatangani fotonya dengan gambar semanggi berdaun empat pada akhir tanda tangannya dan bertanya apa itu. Ae Jung bercerita kalau dulu Mina menemukan semanggi keberuntungan pada hari debut mereka dan ia mengakui kalau ia percaya itu membawa keberuntungan.
Jin bertanya, jika mereka memulai debut dengan baik, kenapa sekarang reputasinya begitu jelek. Ae Jung berkata kalau semuanya terjadi persis seperti yang diberitakan, ia telah memukul Se Ri dan sampai saat ini ia merasa buruk jika mengingatnya dan merasa tidak nyaman bila didekat Se Ri.
Pada saat yang sama, Se Ri pergi menemui Jenny yang menyambutnya dengan dingin. Jenny memberitahu Se Ri berdasarkan sudut pandangnya kalau Jin menyukai Ae Jung, tapi semuanya akan berjalan lebih lancar dengan Pil Joo. Ia menyuruh Se Ri untuk tidak mengumumkan perpisahannya dengan Jin sehingga mereka berdua bisa menjauh dari Ae Jung.
Se Ri menjawab kalau mereka putus maka ia akan menjatuhkan semua kesalahan pada Ae Jung. Jenny menjadi marah, ia bertanya apakah ia tidak ingat bagaimana Ae Jung menjaganya.
Se Ri: “Aku hanya ingat ketika ia memukulku.”
Jenny: “Kenapa ia memukulmu? Bagaimana dengan perbuatanmu pada Mina?”
Ia menambahkan kalau Mina pingsan karena dirinya, itulah sebabnya Ae Jung menjadi sangat marah. Se Ri membela diri dan meminta Jenny untuk tidak mengungkapkan cerita lama yang tidak ada bukti dan saksi mata.


Malam itu, Pil Joo menemui seorang pasien yang bernama Han Hye Jin. Tiba-tiba ia ingat ketika Ae Jung bersembunyi dibelakangnya supaya tidak terlihat oleh pasiennya itu. Ia membenarkan dan memberitahu kalau dulu namanya adalah Mina dan ia ingin memberitahunya sesuatu karena ia pikir Pil Joo orang yang penting bagi Ae Jung.


Jenny menunjukkan pada Se Ri paket yang mereka terima dari Mina dan memberitahunya kalau ia mengancam Ae Jung lagi, Mina tidak akan tinggal diam. Ia menambahkan ancamannya kalau ia akan menemui Mina dan mengungkapkan kebenaran.
Flashback.
Se Ri memasukkan serbuk obat ke dalam minuman yang kemudian ia berikan pada Ae Jung. Hanya saja, saat itu pikiran Ae Jung sedang entah dimana dan memberikan minuman itu pada Mina ketika ia masuk ke ruangan dan mengeluh kalau ia merasa mual.
Mina meminumnya dan langsung pingsan. Ae Jung sadar apa yang telah dilakukan Se Ri dan menamparnya, hanya saja ada kamera yang menangkap kejadian itu.
Kembali ke masa kini, Se Ri membalas kalau ia hanya bercanda dan ia tidak tahu kalau Ae Jung akan membubarkan band mereka. Jelas ada hal yang lebih besar dibalik itu. Mungkin Mina hamil karena ia merasa mual. Itulah sebabnya Ae Jung membubarkan grup mereka, untuk menyelamatkan Mina.


Jin bertanya pada Ae Jung, rahasia apa yang bisa membuat kesalahpahaman seperti itu. Ae Jung menjawab kalau itu rahasia. Ia mendesah kalau ia pikir ia bisa menanggung sendiri akibat dari perpisahan grup mereka, ia tidak sadar kalau itu membuatnya 10 tahun berada di bawah.
Dengan penuh ketulusan dan empati, Jin berkata padanya pasti sangat sulit dan ia sudah melakukan pekerjaan yang hebat karena telah berhasil bertahan selama ini. Ae Jung: “Apakah kau memujiku? Dengan mulutmu?”


Jin mengaku kalau ia selalu takut berada diposisi bawah sepertinya dan mereka berbagi waktu pertama mereka saling mengerti. Wajah Ae Jung menjadi memerah dan ia meletakkan botol air bervitamin ke wajahnya.
Kali ini Jin berdiri dan menggeser bagian foto ke arahnya dan berkata, “bagian sisi dengan foto itu lebih dingin.”
Se Ri datang ke agensi itu untuk bertemu dengan Representatif Moon Dan melihat mereka berdua sangat manis. Ia menggertakkan giginya dan memutuskan untuk tidak melepaskan Jin. Ia menegaskan posisinya pada agennya. Ia akan segera menemui para wartawan dan menangis jika Jin memutuskan kontrak.
Pil Joo telah diberi tips oleh Mina tentang sesuatu yang disukai Ae Jung, jadi Pil Joo menelponnya. Jin melihat kalau penelponnya diberi nama “Pria Sempurna Yoon Pil Joo sshi” dan cemberut, pura-pura tidak peduli.


Ae Jung hanya menjawab ya tiga kali dan menutup telponnya. Jin mulai membayangkan apa yang dikatakan Pil Joo dalam telepon itu.
Pil Joo: “Kenapa kau tidak bisa datang? Apakah Dokko Jin menahanmu?”
Ae Jung: “Ya.”
Pil Joo: “Apakah ia masih ada disekitarmu dan dengan menyedihkan berkeras kalau ia masih sakit?”
Ae Jung: “Ya.”
Pil Joo: “Aish, orang itu. Singkirkan dia dan keluarlah.”
Ae Jung: “Ya.”
Jadi Jin berpikir kalau hubungan mereka lebih baik daripada kenyataannya.
Jin melihat Ae Jung terus melirik jamnya dan kemudian menyuruhnya untuk menjawab Ya tiga kali.
Jin: “Aku sudah memberitahumu kalau hatiku adalah azalea kan?”
Ae Jung: “Ya.”
Jin: “Aku menyuruhmu untuk tidak menginjaknya kan?”
Ae Jung: “Ya.”
Jin: “Tapi kau berdiri diatasnya sekarang. Jadi lebih baik kalau kau melewatinya secepatnya. Jadi….pergilah.”
Ae Jung menundukkan kepalanya, “Ya.” Dan melangkah pergi.


Ae Jung ragu-ragu dan ternyata percakapan mereka yang sebenarnya adalah ia memberitahu Pil Joo kalau ia sedang sibuk dan akan datang terlambat. Tapi Ae Jung kemudian berbalik dan meninggalkan Jin yang patah hati. Jin meletakkan foto mereka berdampingan dan mendesah dengan berat.
Pil Joo menunggu didepan rumah Ae Jung dengan membawa boks yang berisi roti isi kacang merah kesukaan Ae Jung (ini tips yang diberi Mina padanya). Ia mengejutkan Ae Jung dengan roti itu. Ae Jung terlihat senang melihat roti kesukaannya.


Pil Joo memberinya satu dan Ae Jung berkata kalau keberuntungan itu harus dibagi dan menunjukkan padanya kalau roti itu berbentuk daun semanggi. Ia membaginya dan memberikan pada Pil Joo. Pil Joo tersenyum dan bertanya apa ada sesuatu yang bagus yang akan terjadi padanya sekarang?
Ae Jung berterimakasih pada Pil Joo karena telah menganggapnya sebagai keberuntungan, tapi ia memberitahunya secara jujur kalau didalam hatinya, camellia sedang bermekaran dan azalea ada dimana-mana sehingga ia tidak bisa melihat daun semangginya walaupun ia tahu kalau itu yang terbaik.
Pil Joo mengerti apa maksudnya dan menambahkan sambil memandang roti semangginya bahwa roti ini terlihat biasa-biasa saja bukan bentuk yang bisa menggerakkan hati….tapi ini adalah roti yang terbaik, ketika semuanya sudah dikatakan dan dilakukan.
Ae Jung berkata kalau ia pasti gila karena hatinya penuh dengan bunga dan ia setuju kalau roti semanggi adalah yang terbaik. Pil Joo terlihat patah hati.
Setelah beberapa saat ia menyarankan untuk memperpanjang waktu Ae Jung untuk menjawab. Ia menyarankan agar mereka melakukan show itu untuk awalnya, “Dan aku tidak akan rugi. Karena jika kau menunggu dan melihat, pada akhirnya (sambil memeluk roti semangginya) hal seperti ini adalah yang terbaik.”


Di rumah, Jin menatap tanaman kentangnya, “Kau tumbuh lebih cepat daripada yang kupikir. Tapi jika kau semakin beracun dengan cepat, apa kau tidak akan mati?” Ia bangkit dan mencengkeram jantungnya yang terasa sakit. Ia kaget ketika ia melihat kalau alat pengukurnya masih dibatas aman 60-90. Ia bertanya-tanya apakah cinta bertepuk sebelah tangan juga racun dan apakah ia akan berakhir sekarat seperti ini.


Ia pergi ke dokter bedah jantungnya dan ketika menunggu ia melihat grup musik wanita kesukaan dokter itu. Perawat memberitahunya kalau dokter itu unik, ia suka mendengarkan lagu pop kesukaannya pada saat operasi, padahal dokter lain biasanya mendengarkan musik klasik.
Mata Jin membesar dan ia segera keluar dari sana. Ia menggerutu kalau semua itu menjelaskan segalanya.


Ia mendapat konfirmasi dari dokternya kalau lagu yang diputar saat operasi jantungnya 10 tahun yang lalu adalah lagu dugeun dugeun. Ia pun pergi ke atap dan melemparkan CD itu ke udara, berkata kalau selama ini ia berada di bawah jampi-jampi. Ia berteriak penuh kemenangan, “Aku pulih!” (Keuk bok = pulih, permainan kata dari kukbo =harta karun Negara = Ae Jung)
Ae Jung menerima skrip dari studio untuk segmennya bersama Pil Joo, jadi yang ia lakukan hanyalah memutuskan. Ketika ia keluar, ia bertemu dengan Jae Seok yang mnyebutkan kalau Jin pergi ke rumah sakit.


Ae Jung duduk merenungkan perasaannya dan bertanya pada sepatunya:
Ae Jung: “Kau tidak bisa menginjak orang itu kan? Kau khawatir kalau orang itu sakit kan? Kau ingin melihatnya kan? Ding Dong!”


Ae Jung pergi menemui Jin. Ia ragu-ragu ketika sampai didepan rumahnya, bertanya-tanya apakah kode 60-90 masih berlaku dan Jin menemukannya disana. Jin merasa aman, Ia mengira kalau perasaannya hanya tipuan, ia menelpon Ae Jung untuk memastikan (ia menyimpan namanya sebagai azalea).
Lagu dugeun-dugeun pun terdengar, Jin mengecek alatnya dan detak jantungnya ada di zona aman. Ae Jung bertanya-tanya kenapa dan hanya ada satu jawaban. Ia bertanya, “Itu artinya kau tidak lagi menyukaiku?”
Jin: “Ding Dong.”
Jin berkata kalau itu berita yang bagus untuknya juga, “Jantungku tidak lagi berdetak dengan kencang karenamu.”


Personal Thought:
Di episode ini Se Ri terlihat menyebalkan. Ia sangat egois dan memikirkan dirinya sendiri, bahkan ia tidak segan untuk menyakiti orang yang pernah menjaganya (Ae Jung) untuk kepentingan pribadinya. Kelihatannya dulu ia sangat tertekan karena ia kalah terkenal dibanding Ae Jung. Makanya sekarang ia seperti balas dendam.
Pil Joo yang manis, mulai merasakan patah hati, ia mulai tersadar kalau perasaan Ae Jung tuh untuk Jin.Sedangkan Jin masih childish seperti biasa, walaupun hubungannya dengan Ae Jung mulai berkembang. Tapi narsisnya bo, ga ketulungan.
Sebenarnya Ae Jung mulai sadar kalau ia suka sama Jin, sayangnya, waktu tidak berpihak padanya.




source: http://www.bengawanseoul.com/2011/10/greatest-love-episode-8.html|shared by koreabanget!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...