Episode 6 - The Greatest Love



Jin keluar dari bioskop dan melihat Ae Jung ada diluar. Setelah berhenti sejenak, karena tersadar ia telah menarik perhatian orang-orang disekitarnya, Dokko Jin mengejar Ae Jung. Ia menggunakan kata-kata yang sering digunakan Ae Jung (bagaimana Ae Jung takut Jin akan menangkapnya), ia berkata, “Aku telah menangkapmu. Sekarang apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan membiarkan dirimu tertangkap ataukah kau akan melarikan diri?” Ia memperingatkannya kalau ia merasa sangat malu dan tidak akan mencobanya lagi.


Ae Jung panik, ia mengira kalau ia terlihat oleh orang lain dan menyuruh Jin untuk pergi saja. Tapi Jin malah menariknya mendekat dan menyembunyikan wajahnya di dadanya. Bukankah itu malah terlihat mencolok. Ia menyuruh Ae Jung mengikutinya diam-diam, “Kau telah tertangkap.”

Se Ri menemukan makanan yang ditinggalkan oleh Jin yang merupakan bukti kalau Jin tadi ada di ruang VIP tersebut. Ia mencoba mengorek informasi dari Jae Seok yang gugup dan berusaha menutup mulutnya ketika Se Ri mengeluh kalau ada wanita lain yang menjadi lebih terkenal dari dirinya.
Pil Joo dan produser Kim mencoba memahami kejadian ini. Mereka menduga kalau gosip tentang putusnya hubungan cinta Dokko Jin itu benar dan pasangan itu berusaha menutupinya. Jika berita tentang pacarnya yang baru muncul sebelum mereka mengumumkan perpisahan secara resmi, maka pacar barunya akan dituduh sebagai perusak hubungan mereka. Hal itu membuat Pil Joo merasa gelisah karena ia bisa menduga siapa pacar Jin yang baru.


Jin membawa Ae Jung ke sebuah bar dan meyakinkannya kalau tidak ada seorang pun yang akan mengenalnya disini. Jin tetap saja mengolok Ae Jung kalau keadaannya akan berbeda kalau ia Shin Mina atau Han Ye Seul.


Ae Jung bertanya apakah kenyataan kalau ia menyukainya itu sangat menyakitkan baginya. Jin menjawab, “Aku tidak pernah menyukai orang lain selain diriku. Dan menyukai orang sepertimu membuatku merasa malu.” Ae Jung menekankan, “Pasti sangat menyakitkan karena sudah merasa malu, masih ditolak pula.”
Jin berkata kalau ia berharap Ae Jung menerimanya, “Aku kira kau akan memakan umpanku.”
Ae Jung: “Bagaimana jika aku memakannya?”
Jin: “Kau akan menggigitku dan membuatku merasa sakit kemudian terbangun sehingga aku bisa kembali waras.”
Ae Jung: “Jadi jika aku memakan umpanmu, kau akan kembali waras, kemudian mencampakkanku?”
Jin membenarkan dan seperti biasanya ia tidak sadar kalau kata-katanya sangat menyinggung perasaan Ae Jung sampai ia melihat ekspresinya. Ae Jung menyahut kalau selama ini Jin hanya mencintai dirinya sendiri berarti Ae Jung adalah cinta pertamanya dan ia menjamin kalau cinta pertamanya akan selamanya akan bertepuk sebelah tangan.


Setelah berkata seperti itu, ia menghambur keluar dan Jin mengejarnya untuk menarik kembali kata-katanya. Ia mengaku seharusnya ia membelikan gaun dari designer dan mendandaninya dengan mewah untuk membawanya ketempat seperti ini. Ia ingin mengulang semuanya, “Ayo lakukan dan kembali kesini.” Itu tidak akan berhasil he….he…he…
Ae Jung berkata kalau ia punya uang, sebaiknya ia memberikan saja padanya dan ia akan membereskan semuanya dengan mudah seperti cara yang diinginkannya.
Jin tidak mengerti maksud perkataan Ae Jung, dan Ae Jung menambahkan, “Dokko Jin ssi, kau terlihat sangat gampangan. Apa kau mau tidur denganku?”
Jin tertegun dan kehilangan kata-kata dan Ae Jung, “Sekarang kau kelihatannya sudah terbangun kan? Aku akan pergi sekarang.”


Jin mereview kencannya malam ini dan berkata kalau semuanya baik-baik saja sampai ia menggenggam tangannya, “Tapi seharusnya aku tidak membawanya ke bar.”
Ia terlalu meremehkannya dan menganggapnya terlalu gampangan dan tiba-tiba semuanya menjadi lebih sukar.


Kontestan Couple Making bertemu dengan Produser Kim untuk mendiskusikan program tersebut. Episode yang akan datang akan ada kencan di luar seperti piknik, hiking, naik kapal pesiar dan makan malam yang akan dilakukan oleh mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Se Ri berkata kalau mereka belum mengeluar pesona mereka, terutama Ae Jung. Ia mengusulkan kalau tipe yang agresif akan lebih disukai penonton. Pernyataan Se Ri diterima Ae Jung tanpa membantah. Ia berkata kalau ia akan mencobanya, Se Ri kaget karena ia hanya ingin menyinggung perasaannya saja.
Ae Hwan mengusulkan kalau Ae Jung memilih kencan hiking saja, jadi ia bisa bertanya pada Pil Joo bagaimana cara naik sepeda. Ketika melihat tangki Helium diantara alat peraga, mereka mengujinya dan tertawa karena suara mereka terdengar melengking. Pil Joo menemukan mereka ketika ia masih berada dalam pengaruh Helium itu. Ae Jung meminta maaf karena ia keluar dari bioskop terlalu cepat dan kemudian tertawa karena mendengar suaranya yang berubah.


Pil Joo juga ikut-ikutan bermain dan suaranya yang mirip suara mickey mouse membuat Ae Jung tertawa. Ae Jung khawatir efek samping dari helium tersebut. Pil Joo malah berkata dengan lebih serius (dengan suara mickey mousenya), “Aku sangat khawatir.” Tapi Ae Jung mengira kalau ia membicarakan tentang efek samping helium, sedangkan Pil Joo membicarakan kejadian semalam, yang membuat percakapan mereka sedikit tidak nyambung.
Ae Jung: “Benarkah? Jika kau terkena terlalu banyak, kau akan sakit kepala.”
Pil Joo: “Ya, aku khawatir kau akan terluka. Aku harap kau tidak akan terluka. Jika sesuatu menyakitimu, datanglah padaku. Aku akan menyembuhkanmu.
Ae Jung: “Ya, kau kelihatannya dokter yang baik.”
Se Ri dan penulis skrip melihat keakraban mereka dan berspekulasi kalau Ae Jung tidak akan tereliminasi di babak berikutnya.
Sedangkan Representatif Moon masih curiga tentang kencan rahasia Jin, karena Jae Seok telah melapor kalau ia tidak melihatnya. Jae Seok bertanya apa yang akan terjadi jika Jin berpacaran dengan artis D list? Representatif Moon menjawab kalau ia akan mengirim ke luar negeri dan ia akan menghancurkan wanita itu. Ia akan melakukannya tanpa sepengetahuan Jin karena itulah tugasnya sebagai manager, “Aku tidak bisa membiarkannya menghancurkan masa depan hanya karena seorang artis yang tidak terkenal.”


Representatif Moon berusaha mengorek detilnya dari Jin, tapi Jin tidak mau mengatakan apapun. Representatif Moon berkata kalau ia mengirim bunga dan kue kepada Se Ri ke lokasi syuting Couple Making sebagai ucapan permintaan maaf. Sudah setahun mereka mengumumkan hubungan mereka di depan publik.
Ketika mendengar kata Couple Making, Jin langsung berkata kalau ia akan mengantarkan bunga dan kue itu sendiri sambil bergumam supaya ia tidak ditolak lagi (oleh Ae Jung).
Di tempat syuting, Ae Jung menjadi pemenang dari perlombaan ayam ( menjaga keseimbangan dengan satu kaki sambil memegang yang lain) dan host yang lain berkomentar kalau semangat Ae Jung mengingatkannya pada saat ia masih menjadi anggota KBSN. Ae Jung mengoreksi mereka, kalau saat itu pemenang perlombaan ayam adalah Se Ri. Setelah acara variety show itu, mereka mendapat iklan ayam karenanya.


Ini saatnya Ae Jung balas dendam. Ia tahu Se Ri akan mengubur acara iklan itu dalam-dalam. Tapi host acara itu malah mencari klip iklan lama mereka, sedangkan Se Ri hanya dapat tertawa dengan tidak nyaman dan menggerutu ketika host yang lain menyuruhnya melakukan perlombaan ayam dengan Ae Jung. Ia malah menambahkan taruhan dalam perlombaan itu, jika Ae Jung menang, maka ia akan mendapatkan dua kencan dengan Pil Joo, Jika Ae Jung kalah maka ia akan menggantikan Ae Jung untuk berkencan dengan Pil Joo.
Kedua wanita itu tersenyum didepan kamera sedangkan dalam hati mereka berkata pada diri mereka sendiri kalau mereka harus menang. Se Ri mengingat masalalunya, “Aku adalah kaki ayam Gukbo, tapi aku tidak boleh memegang kaki ayamnya!”


Flashback saat iklan ayam yang menggunakan lagu Dugeun-Dugeun tapi dengan mengubah liriknya sehingga berkaitan dengan ayam.

Hatiku selalu berdetak keras untuk ayam Gudae
Hatiku selalu mencintai ayam yang sangat lezat
Dengan kedua tangan terentang
Aku memegang ayam yang enak ini untukmu
Aku akan mengirim ayam yang terbaik

Tapi selama syuting, sutradara berkata pada Se Ri kalau ia tidak boleh memegang kaki ayamnya karena itu dipesan khusus untuk Ae Jung dan memberinya sayap ayam. Se Ri adalah anggota KBSN yang paling tidak populer dan kemarahannya masih terasa sampai saat ini.


Ae Jung menang, ia menjatuhkan Se Ri ke tanah. Jin yang melihat perlombaan mereka bertepuk tangan dengan semangat sedangkan Pil Joo memberikan ucapan selamat pada Ae Jung.


Ketika Pil Joo menyinggung tentang kencan mereka yang akan datang, Ae Jung mengingatkannya kalau kepribadiannya di TV adalah pemaksa, jadi jangan sampai Pil Joo kaget kalau dalam kencan itu ia akan meminta sesuatu. Pil Joo juga mulai mengembangkan slogannya sendiri (Aku juga punya kepribadian di TV juga sekarang!), yang sering digunakannya untuk menyemangati Ae Jung.
Pil Joo berkomentar kalau mungkin Ae Jung ingin menuliskan apa yang ingin dilakukannya dan Ae Jung meminjam pena Pil Joo untuk melakukannya, Jin melihat kejadian itu dengan sebal dan melihat kalau mereka sangat akrab. Ia pun segera mendekati Ae Jung ketika Pil Joo pergi.


Jin memberinya selamat karena aktingnya sebagai ayam sangat bagus. Tapi Ae Jung menganggap Jin hanya mengejeknya saja. Jin berkata kalau ia memujinya dan mencoba melucu, bukan untuk menyinggungnya.
Karena frustasi, ia berhenti menyanjung dan berkata, “Aku mencoba untuk mengesankanmu, jadi aku melakukan hal yang sulit ini dan mencoba untuk memujimu! Aku tidak ingin menghinamu atau mencemoohmu!”
Kemarahan Ae Jung mereda. Ae Jung berkata kalau kata-katanya bukan pujian, karena ia punya lubang kotoran di mulutnya, maka kata-kata yang keluar dari mulut itu selalu kotor. Ia menambahkan, “Tapi cobalah untuk menahannya didalam, sebentar saja. Dengan lubang kotoranmu yang asli, kau tahan sampai kau bisa pergi ke kamar mandi dan kemudian bukalah. Jadi ketika kau membuka mulutmu, tanyalah pada dirimu sendiri apakah akan baik-baik saja jika kau mengatakannya dengan melihat situasi dan kemudian bukalah.”


Ae jung meyakinkannya kalau ia akan bekerja keras dan memastikan kalau ia akan berpasangan dengan Pil Joo. Jin: “Kau akan menjadi apa dengan siapa?” Ae Jung berkata kalau program TV yang sedang dijalani adalah acara perjodohan, ia berpikir kalau ia sudah bersikap manis dihadapan Pil Joo dan kelihatannya Pil Joo menyukainya.


Jin ingin melihat pena yang dipegangnya, ia tahu kalau pena itu adalah milik Pil Joo yang berharga dan berpikir bagaimana kalau Ae Jung menghilangkannya, pasti Pil Joo tidak akan menyukainya lagi. Ae Jung setuju, ia tidak mengantisipasi kalau Jin kemudian melemparkan pena itu di kolam yang penuh dengan bola plastik. Jin menyuruhnya,”Beritahu Dia kalau kau menghilangkannya, jadi ia akan marah padamu. Kau harus menyukaiku. Jadi berhentilah dari acara ini segera!”


Ae Jung turun kekolam itu dan mencari pena yang hilang. Tapi ia tidak bisa menemukannya. Ia pun merasa marah pada Jin.
Karena melihat Jin datang membawa bunga dan kue, Produser berusaha menyelamatkan syuting mereka. Se Ri sedang bad mood sehingga tidak mau keluar dari mobilnya. Merasa tertekan, Jin setuju untuk membuat event spesial. Ia tersenyum untuk kepentingan penontonnya, walaupun meringis dalam hati.


Ae Jung akhirnya menyerah. Ia tidak bisa menemukan pena itu. Ia menjadi marah. Ia pun mencari Jin. Ia menemukannya di ruang ganti dimana ia menyiapkan kejutan romantis untuk Se Ri.


Ae Jung mengira kalau Jin menyiapkan semua itu untuk merayunya, Ae Jung mencemooh sikapnya. Mata Jin membesar dan ia mencoba memperingatkan, karena ruangan itu adalah ruangan pribadi. Dengan sopan ia mencoba untuk mengusulkan kalau mereka berbicara di tempat lain saja, tapi Ae Jung berteriak, “Tutup lubang kotoranmu!” (maksudnya mulut Jin).
Ia menginginkan Jin untuk mengembalikan pena yang dihilangkannya dan memberitahunya dengan datar kalau ia tidak membutuhkan pujiannya ataupun dorongannya, “Dan berhentilah berkeliaran disekitarku. Aku tidak akan pernah menyukaimu!”


Tepat ketika lampu dinyalakan, Se Ri bertanya apa yang sedang terjadi dan para staff yang bersembunyi keluar.
Jin berusaha menyelamatkan keadaan, ia berkata kalau Ae Jung membencinya karena pertemuan mereka (kecelakaan mobil). Jadi ia mengungkapkan kebenciannya padanya, “Walaupun aku meminta maaf dengan pujian dan dorongan, apakah kau benar-benar tidak bisa menerimanya? Tapi Fans(diucapkan dengan kata pan sebagai ganti pena) yang kau hilangkan karenaku, kau akan memperolehnya kembali melalui Fans meeting dan Fans signing.”
Perkataan Jin tersebut membuat Ae Jung menjadi pihak yang bersalah dan para staff menyimpulkan kalau ia masih sangat tidak rasional.
Cerita ini pun muncul di berita dalam bentuk yang tersamar, Miss C mengganggu bintang terkenal A yang sedang menyiapkan kejutan untuk Miss B. Ia mengamuk didepan para staff yang terkejut. Dan Miss B dan Miss C pernah berada dalam grup musik yang sama.
Ae jung bersedih sebentar di rumah kemudian ia meminta maaf pada Pil Joo karena telah menghilangkan penanya dan berjanji akan mencarinya ketika kolam bola itu dikosongkan. Pil Joo menawarkan untuk mencari pena itu bersama dan meyakinkannya kalau mereka akan menemukannya. Melihat kecemasan Ae Jung, Pil Joo berpikir kalau Ae Jung pasti sangat kecewa kalau ia tidak menemukannya.


Jin tahu kalau Ae Jung pasti merasa kesal padanya dan ia tidak bisa menelponnya. Ia pun bertemu dengan Se Ri untuk memberitahunya kalau ia ingin mengakhiri hubungan palsu mereka segera, karena itu hal yang rumit. Se Ri berkata kalau Ae Junglah nanti yang terkena dampaknya. Ia menambahkan kalau Ae Jung selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Ia teringat pada kejadian perkelahian mereka yang terkenal ketika mereka masih menjadi grup KBSN, kejadian itu terjadi tepat ketika para wartawan sedang berada di dekat mereka.
Jin bertanya apa yang ia lakukan untuk memprovokasi Ae Jung? Ia tidak percaya kalau Se Ri tidak melakukan apapun. Se Ri mengaku kalau ia melakukan lelucon kecil. Ia mengira kalau Jin juga membenci Ae Jung. Ia bertanya apa yang dilakukan Jin pada Ae Jung?
Jin mengerang, “Berpikir kalau aku melakukan hal yang sama denganmu membuatku menjadi orang yang memalukan.” Se Ri memberinya solusi yang sederhana dengan menghindari Ae Jung. Itu yang dilakukannya selama 10 tahun setelah pertengkaran mereka. Jin, “10 tahun? Itu terlalu lama.”


Karena tidak ingin menunggu bertahun-tahun untuk dimaafkan, Jin pergi ke ruang properti dan meminta beberapa orang untuk mencari pena tersebut. Ia berhasil menemukannya, tapi ternyata Pil Joo melakukan hal yang berbeda dan membeli pena yang sama persis untuk mengganti penanya yang hilang.
Ayah Ae Jung pergi ke klinik Pil Joo untuk bertanya kepada dokter bagaimana cara mengatasi putrinya yang sedang depresi. Ibu Pil Joo mengira kalau ia ayah Se Ri. Ia menyapanya dengan hangat dan memberinya satu box obat herbal, dan berkata kalau ia mendapat sampel gratis karena ia ayah Se Ri. Ayah ingin meluruskan salah paham mereka, tapi tidak jadi setelah mendapat sampel obat yang sangat mahal.


Jin pergi menjemput Hyung Kyu di sekolah dan menyuruhnya untuk berkata pada bibinya supaya mau menjawab telponnya, jika Ae Jung tidak mau menjawabnya, maka Hyung Kyu harus mengangkat telponnya dan memberikan pada bibinya. Jin ingin mengembalikan pena itu untuk mengurangi kemarahan Ae Jung, walaupun ia khawatir, “Tapi aku benar-benar tidak ingin ia akrab dengan dokter itu.”


Jin mendengar kalau teman-teman Hyung Kyu menuduhnya berbohong tentang kalau ia mengenal Dokko Jin, jadi ia keluar dan membenarkan kalau Hyung Kyu mengenalnya. Selanjutnya ia membawa Hyung Kyu pulang ke rumahnya supaya Hyung Kyu bisa menelpon Ae Jung untuk menjemputnya. Jin memberitahunya kalau ia akan memberinya 100 tanda tangan dan mendorongnya untuk memberitahu semua orang kalau mereka berteman. Ia melihat mikrofon yang dipakai Hyung Kyu,sebuah alat pendeteksi kebohongan. Mereka pun mengujinya bersama-sama.


Ketika Ae Jung datang untuk menjemput keponakannya, ia melotot pada Jin dan menuduhnya membawa Hyung Kyu ke rumahnya karena Ae Jung mengabaikan telponnya. Jin berbohong. Ia berkata kalau Hyung Kyu mengikutinya jadi ia terpaksa membawanya pulang, “Apa kau pikir aku menunggu di depan sekolah keponakanmu dan menyuruhnya untuk menelponmu supaya kau datang kemari?"


Jin mengingatkannya kalau ia sudah bersumpah untuk tidak akan menyukainya. Ia juga berkata kalau ia tidak akan menahannya lagi. Jin menduga, “Kau kecewa bukan?” Ae Jung membantahnya, jadi Jin mengangkat mainan pendeteksi kebohongan berbentuk pororo dan menyuruh Ae Jung untuk mengatakannya lagi.


Ae Jung berkata kalau ia tidak kecewa, tapi mikrofon itu bercahaya merah dan Jin menyahut,”Lihat, kau berbohong!” Ae Jung menepis mainan itu yang secara tidak sengaja mengenai mata Jin, “Aku dipukul oleh kepala pororo.” Ae Jung: “Itu lebih baik daripada berkata kalau kau dipukul oleh Gu Ae Jung. Paling tidak pororo itu terkenal.”


Ae Jung khawatir kalau ia melukai Jin dan mencondongkan badannya untuk melihat matanya yang membuat jantung Jin berdetak kencang. Ae Jung menjadi waspada ketika Jin menatapnya. Jin menariknya lebih dekat, menyuruhnya untuk memegang alat pendeteksi kebohongan kali ini, “Aku merasa kau sangat sulit. Kau bukan orang yang gampangan, justru sangat sulit.”


Jin membuat kesepakatan dengannya, jika ia menemukan pena Pil Joo, apakah Ae Jung mau menarik kata-katanya kalau ia tidak akan pernah menyukainya? Ae Jung menjawab, “Jika kau menemukannya, aku akan memaafkanmu.”
Jin: “Hanya memaafkan? Well, kau bukan orang yang gampangan, jadi mungkin itu terasa memalukan bagimu untuk menarik kata-kata itu dengan mudah. Aku akan menemukannya, sehingga kau bisa menarik kata-katamu tanpa perlu merasa malu.”


Jin punya satu permintaan untuknya, ketika ia sedang di Jepang untuk beberapa hari, ia meminta Ae Jung untuk memberi makan ikannya. Ia menggunakan kode alarmnya sebagai alasan, karena ia tidak ingin memberitahu orang lain dan Ae Jung sudah mengetahuinya. Ae Jung tidak begitu menyukai ide ini , “Kenapa aku harus masuk dan keluar dalam duniamu?” Jin menyuruhnya, “Nyalakan pendeteksi kebohongan itu di hatimu. Kemudian kau akan masuk ke duniaku.”
Di rumah, Ae Jung mencobanya, “Aku tidak akan pernah menyukai Dokko Jin.” Dan mainan pororo itu menyuruhnya untuk tidak berbohong.
Jin menaruh pena itu ke dalam wadah silinder yang kosong. Kemudian mengisinya dengan makanan ikan, sambil berpikir kalau cepat atau lambat Ae Jung akan menemukannya. Pada saat yang sama Pil Joo bertanya-tanya bagaimana ia bisa memberikan pena pengganti itu kepada Ae Jung dengan menyakinkan untuk mengurangi rasa bersalahnya.


Se Ri memutuskan untuk mengupload foto sel-canya ke internet, memasang airmata palsu untuk memperoleh pose sedih. Karena Jin ingin segera mengungkapkan kalau mereka putus, ia akan mempersiapkan diri dan mendapatkan simpati setelah berita itu beredar.
Ae Jung mendengar pembicaraan itu yang mendorongnya untuk memberi makan ikan-ikan Jin, walaupun sebenarnya ia tidak ingin melakukannya. Ia memberitahu ikan-ikan itu kalau ia datang karena ia merasa bersalah karena membuat Jin kehilangan iklan CF seharga 1 miliar won.
Ae Hwan sedang berusaha untuk membuat Produser Couple Making untuk memikirkan video musik Ae Jung yang akan datang. Ia memberi petunjuk kalau Ae Jung mungkin bisa dipasangankan dengan bintang terkenal Dokko Jin. Manager Ae Jung yang lama mendengar perkataannya dan mengatakan hal ini pada Representatif Moon, menasehatinya untuk berhati-hati kalau bekerja dengan Ae Jung. Representatif Moon sudah tahu dengan semua skandal Ae Jung, tapi manager Jang menunjukkan alasan yang sebenarnya kenapa KBSN bubar dan memberi petunjuk kalau Ae Junglah yang bersalah.
Representatif Moon bertanya kepada Se Ri tentang alasan KBSN bubar Se Ri menjadi kesal karena Jin juga menanyakan hal yang sama. Se Ri menyebutkan kalau Jin akan mengumumkan kalau mereka putus. Representatif Moon kaget. Se Ri memberitahunya kalau Jin membuat keputusan ini setelah munculnya skandal Ae Jung mengamuk didepan staff.
Representatif Moon menyimpulkan semuanya. Awalnya ia tertawa tentang kemungkinan yang tidak masuk akal kalau Jin naksir Ae Jung, tapi ia kemudian mempertimbangkan kemungkinan itu.


Hari berikutnya, Ae Jung memutuskan untuk mengisi tempat makanan ikan itu yang membuat pena Pil Joo tetap terkubur. Rencana Jin gagal total.Itu artinya ketika Jin pulang dengan penuh semangat karena ingin tahu hasilnya, ia melihat tempat makanan itu tetap penuh, apakah Ae Jung tidak datang sama sekali? Ia berkata pada ikan-ikannya, “Kalian pasti kelaparan.”
Sedangkan Pil Joo mengirim pena pengganti kepada Ae Jung yang di beri alamat pengirim dari studio MBS, membuatnya seperti ditemukan diruang properti. Ia bernapas lega ketika Ae Jung mengembalikan pena itu dan berjanji untuk mengajaknya makan malam sebagai ucapan terimakasih.
Jin pergi ke rumah Ae Jung malam itu untuk mengantarkan pena yang ditemukannya dan Ae Hwan mengambil kesempatan ini untuk memaksanya ikut dalam video musik Ae Jung yang akan datang, ia berharap Jin mau bekerjasama. Sayangnya ia tidak berhasil melakukannya.


Jin mendengar kalau Ae Jung sedang berada di kafe milik Jenny untuk bertemu dengan Pil Joo. Ia pun pergi kesana dengan mood yang memburuk. Ia memarkir mobilnya di luar kafe dan menelpon Ae Jung sambil melihatnya dari jendela. Ae Jung mengangkat telponnya dengan ceria, ia berpikir kalau Jin masih ada di Jepang dan menjawab pertanyaannya dengan jujur, Ia menunggu Pil Joo yang mentraktirnya karena Ae Jung telah mengembalikan penanya.
Tapi bagi Jin itu seperti kebohongan. Ia berkata dengan penuh arti kalau Ae Jung benar-benar ingin mengesankan Pil Joo. Ia memberitahu Ae Jung untuk terus melakukannya dan menutup telponnya.
Ia yakin kalau Ae Jung tidak memiliki pena itu karena ia yang memegangnya, Jin menggeram, “Untuk terlihat baik didepan pria itu sampai-sampai ia berbohong?”
Ae Hwan menelpon Ae Jung untuk memberitahunya kalau Jin sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengannya dan mendorongnya untuk membicarakan video musik dengan Jin. Ae Jung menolak ide itu dan melihat kesekelilingnya untuk mencari Jin, kemudian tersenyum ketika ia berpikir kalau Jin marah karena ia mendengar kalau Ae Jung bertemu dengan Pil Joo. Ae Jung menelpon Pil Joo untuk membatalkan rencana mereka dan berjanji untuk mentraktirnya lain kali. Pil Joo menerimanya walaupun ia terlihat kecewa.
Ae Jung pergi untuk mencari Jin. Moodnya sedang baik dan ia telah siap untuk memaafkannya karena pena itu telah ditemukan. Ketika ia sedang berjalan, ia berhenti di kios sayuran, ia melihat kentang. Ae Jung berpikir, “Apakah aku harus memberi makan ikan dan juga pemiliknya?”


Jin sedang bersedih didepan akuariumnya. Ia berpikir kalau Ae Jung yang begitu gengsi didepannya dengan mudah berbohong untuk dokter itu. Jadi ketika Ae Hwan menelpon sekali lagi tentang MV itu, Jin jadi semakin kesal.
Ketika Ae Jung masuk kerumahnya dengan gembira, ia berharap akan diterima dengan baik, Jin memperlakukannya dengan dingin. Ia berpikir kalau Ae Jung datang untuk memintanya ikut dalam MV nya. Ae jung berkata tidak dan dengan tersenyum ia menambahkan, “Aku datang untuk memaafkanmu dan menarik kata-kataku.” Tapi niat baik Ae Jung itu ditolak dengan kasar oleh Jin.
Ketika ia menyebutkan tentang pena itu, Jin memberitahunya dengan kasar untuk berhenti berbohong dan langsung menanyakan apa yang sebenarnya ia inginkan. Melihat kemarahannya, Ae Jung bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Jin: “Apakah aku harus mengatakannya dengan sederhana? Gu Ae Jung, aku akan membantu mengeluarkan albummu dan ikut dalam MVmu. Jadi tidurlah disini malam ini.”
Hati Ae Jung pun terluka. Jin memberitahunya kalau ia terlihat gampangan didepan matanya, “Jadi selesaikan semuanya disini, dengan mudah dan cepat!”
Dengan airmata yang menggenang, Ae Jung memutuskan, “Aku membuat kesalahan dengan datang kesini.” Ia mengambil tas plastiknya dan menjatuhkan kentangnya. Paling tidak setelah melihat kentang itu Jin kembali sadar.
Pil Joo pergi ke kafe Jenny untuk makan sendirian dan ketika ia keluar, ia melihat Ae Jung duduk membungkuk ke depan. Menangis sendirian. Ae Jung malu dan meminta Pil Joo untuk berpura-pura tidak melihatnya, tapi kali ini Pil Joo tidak mau menurut. Ia pun memegang punggung Ae Jung dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


Merasa bingung dan terluka, Ae Jung mulai mengoceh sambil menangis kalau ia sedang sakit hati, tapi tidak ada satu metode yang diajarkannya berhasil mengurangi rasa sakitnya. Pil Joo selalu berhasil mengatasi cegukan dan rasa frustasi, jadi apa sarannya untuk mengatasi situasi seperti ini?
Pil Joo berpikir sebentar, kemudian maju dan memeluk Ae Jung dengan lembut dan berusaha menghiburnya.


Jin tiba di pojok kafe dan melihat Ae Jung menangis di bahu Pil Joo. Kemarahannya sudah hilang dan masih membawa kentangnya. Melihat kejadian itu ia menutup wajahnya dengan tangannya dan berkata pada dirinya sendiri, “Jangan lihat! Kau adalah Dokko Jin.”
Ia menjatuhkan tangannya dan menampar wajahnya ke arah lain, “Jangan lihat.”




source: http://www.bengawanseoul.com/2011/09/greatest-love-episode-5.html |shared by koreabanget!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...