Episode 1 - The Greatest Love


Scene dimulai dengan penampilan grup Treasure Girl dalam suatu acara musik di televisi.
Di tempat lain, sedang diadakan operasi jantung. Sang Dokter penggemar berat grup musik Treasure Girl sehingga saat operasi ia mendengarkan lagu Dugeun Dugeun. Sedangkan sang pasien menggerak-gerakkan kelopak matanya sesuai irama musik itu.


Kembali ke show, MC mengumumkan lagu nomor satu minggu ini, dan pemenangnya adalah Treasure Girl dengan lagu Dugeun Dugeun. Lagunya emang bagus sih.
Mereka sangat senang, Goo Ae Jung (Gong Hyo Jin) pemimpin Treasure Girl, berkata kalau Treasure Girl tidak akan bubar, mereka akan bersama sampai akhir.


10 tahun kemudian


Ae Jung sekarang bukan penyanyi karena Treasure Girl telah bubar. Untuk menjaga keeksisannya di dunia entertainment, ia ikut berbagai macam acara variety show. Mulai dari menyanyikan nada tinggi, limbo, salto semuanya gagal. Tantangan yang terakhir adalah makan mie jjajangmyeon (mie saus pasta kedelai) sambil naik roller coaster. Untuk kesempatan terakhirnya, Ae Jung berusaha semaksimal mungkin, walaupun pasti eneg juga.


Di sebuah bioskop sedang diadakan premiere sebuah film laga yang berjudul Fighter. Para penonton bersorak melihat adegan laga itu. Dokko Jin (Cha Seung Won), pemeran utama film itu, melihat dengan senang.
Beberapa menit kemudian, para penonton mulai bosan, karena adegannya berkelahi melulu, bahkan sutradara film itu tertidur di kursinya.


Setelah film selesai, MC menyuruh sutradara dan staff produksi naik ke podium didepan. Dokko Jin menggerutu melihat sutradara itu, “Ia sudah menghancurkan film ini, bagaimana ia bisa sesenang itu?”
MC menyuruh Dokko Jin maju ke podium, setelah diberi sorakan oleh para fansnya, ia maju juga dengan sedikit bergaya.
Ae Jung sedang beristirahat di sebuah pom bensin. Perutnya terasa eneg dan mual. Manager yang juga kakaknya, Ae Hwan berniat membatalkan semua jadwalnya hari itu. Tapi Ae Jung menolak. Ia akan baik-baik saja. Ia menyuruh kakaknya untuk membelikannya sebotol soda, supaya perutnya terasa lebih baik.
Dalam sebuah mobil van, Dokko Jin sedang melihat sebuah adegan dari drama Queen Seondeok, ketika Bidam berdarah-darah pada episode 62.


Ia bertanya pada Jaesuk apakah itu drama yang ditolaknya karena ia sibuk shooting film Fighter. Jaesuk membenarkan. Ia menambahkan kalau ratingnya jelek, sehingga popularitas pemerannya jadi jatuh (Oh ya, bukankah rating SeonDeok tuh 30% an gitu).
Jaesuk berkata kalau Representatif Moon sedang mencarikan sebuah drama untuknya. Jaesuk berharap Dokko Jin berhati-hati dalam memilih peran, supaya karirnya tidak hancur.
Jin berkata bahwa ia akan ke Hollywood untuk shooting film bersama Peter Jason. Jaesuk menyahut kalau itu belum pasti. Jin membantah, ia sudah menggunakan berbagai cara supaya bisa pergi ke Hollywood, ia bahkan memberikan anggur seharga 15.000 dollar untuk Peter Jason.
Mereka berhenti di sebuah pom bensin, Jaesuk bertanya apakah Jin ingin air mineral karena ia akan pergi ke minimarket di pom bensin itu. Jin mengiyakannya.


Ae Jung melihat mobil van itu, ia menduga kalau mobil itu milik seorang selebriti. Ketika ada orang lewat, Ae Jung berpose, seolah-olah ia pemilik van itu. Dokko Jin yang ada didalamnya merasa terganggu. Ia menyuruh Ae Jung pergi. Ae Jung meminta maaf, ia bertanya apakah ia aktor atau seorang penyanyi, ia ingin berkenalan dengannya.


Jin malah mengelurkan gelas minumnya dan menyuruh Ae Jung membuangnya. Ae Jung berteriak, “Aku bukan anggota staffmu!” Walaupun kesal ia tetap membuangkannya, ketika ia mengambil gelas itu, airnya tumpah. Jin memberikan tissue dan menyuruh Ae Jung untuk mengelap mobilnya.
Ae Jung jadi marah, ia menyuruh Jin keluar dari mobilnya untuk berhadapan langsung. Ketika Ae Jung ingin membuka pintu depan, Jin segera melompat dan menguncinya. Ae Jung memukul-mukul jendela.


Dokko Jin memegang tangan Ae Jung dari jendela kecil dan menariknya ke dalam. Ae Jung panik, sedangkan Jin menandatangani tangan Ae Jung. Ia menyuruh Ae Jung menebak siapa dirinya melalui tanda tangannya. Ae Jung berusaha sekali lagi melihat siapa yang ada di dalam mobil. Saat itu Jaesuk masuk ke dalam mobil van itu.
Melihat Ae Jung yang terus berusaha melihat ke dalam, Jaesuk bertanya apakah Jin tidak akan keluar. Jin menyuruhnya untuk segera menyalakan mobil dan pergi dari tempat itu.
Ae Jung berteriak memanggilnya ketika mobil itu beranjak pergi. Ae Hwan datang dan bertanya kemana ia akan berlari. Ae Jung menunjukkan tanda tangan Jin dan bertanya apakah Ae Hwan tahu tanda tangan siapa itu.
Mereka menduga kalau orang itu adalah selebriti. Ae Jung tidak melihat poster dibelakangnya yang ada tanda tangan Dokko Jin.
Kang Se Ri (Yoo In Na) terlihat di bandara. Wartawan segera memburunya. Tas, baju bahkan kacamata yang dipakainya segera menjadi trend.


Se Ri makan malam dengan Jin. Saat itu banyak wartawan yang memfotonya. Sebenarnya mereka telah putus setahun yang lalu, tapi mereka pura-pura pacaran untuk menjaga image saja


Tak jauh dari sana Dr. Yoon Pil Joo (Yoon Kye Sang) sedang mengadakan kencan buta. Teman kencannya begitu senang melihat Se Ri ada disana. Pil Joo melihat Se Ri dan berkomentar kalau sepatu hak tinggi yang dipakainya akan membuat pantatnya tidak sama. Ia juga memperingatkan teman kencannya supaya tidak memakai sepatu hak tinggi, karena ia melihat ada kelainan pada tulang pinggulnya, jika itu terus berlangsung, maka ia akan menderita sakit punggung. Pil Joo berbicara sambil memperagakan dengan tangannya. Teman kencannya terlihat tidak senang.


Di rumah Ae Jung, ayah dan keponakannya Hong Ki sedang menonton televisi. Ayahnya memakai setelan bling-bling Kim Jo Won.
Hong Ki bertanya kenapa bibinya tidak pernah mendapat iklan CF, padahal ia seorang selebriti. Kakeknya menjawab, karena reputasi bibinya jelek. Hong Ki terus menanyakan kembali jawaban kakeknya, membuat sang kakek jadi nervous.
Ketika Ae Jung pulang kerumah, Hong Ki bertanya kenapa bibinya menjadi artis yang kurang populer sehingga tidak bisa mendapatkan CF. Ae Hwan memarahi anaknya, karena menonton TV terlalu dekat. TV di rumah mereka terlalu besar, sehingga rumah terasa sempit. Ae Jung menyahut kalau alat-alat olahraga ayahnyalah yang membuat rumah terasa sempit.


Dokko Jin sedang membaca komentar netizen pada filmnya. Komentar-komentar mereka negatif, mereka mengatakan kalau filmnya terlalu buruk dan aktingnya juga buruk. Jin merasa kecewa, sekarang ia hanya bisa bersandar pada Peter Jason.
Ae Jung dan Ae Hwan sedang berada di lobby MBS, mereka sedang melihat variety show yang diikuti Ae Jung.


Ketika menunggu lift, mereka melihat artis yang sedang naik daun. Ae Jung menyapa mereka dan menceramahi mereka supaya menyapa seniornya terlebih dahulu. Manager mereka segera menyuruh mereka memberi salam, ia kemudian mendekati Ae Jung dan mencelanya, dulu ia juga bersikap seperti itu dan menyalahkannya karena telah menghancurkan grup Treasure Girl.


Ae Hwan menghibur Ae Jung, ia membacakan jadwalnya hari ini. Ia juga memuji scarf yang dipakainya, mereka bisa meminjamnya dengan bantuan Jenny. Itu scarf mahal dan bermerk, ia harus menjaga penampilannya untuk wawancara radio.


Dokko Jin lewat dihadapan mereka, ia memakai scarf yang sama, Ae Jung tertegun, Ae Hwan begitu senang bertemu Dokko Jin disana.
Jin sebal karena ia memakai scarf yang sama dengan orang lain, ia memarahi stylistnya, yang kemudian meletakkan scarf itu di gantungan baju.
Ae jung berada di kamar kecil, ia sedang memeriksa penampilannya, tiba-tiba ia sadar kalau scarfnya hilang, ia segera mencarinya dan menemukan kalau scarf pinjaman itu masuk ke dalam WC.
Ia jadi panik. Ae Jung segera mengambil dan mencucinya. Ae Hwan juga bingung karena jadwal mereka sebentar lagi dimulai tapi scarf itu masih basah.
Ae Hwan ingat scarf Dokko Jin dan menyuruh Ae Jung untuk menukarnya. Mereka segera pergi ke kamar ganti Jin, dengan tindak tanduk mereka yang sangat menyolok.
Ae Jung segera masuk ke dalam dan menukar scarf itu. Ia berpikir kalau Jin adalah artis terkenal, jadi jika ia merusakkan scarf itu, ia pasti dimaafkan.
Ketika Ae Jung akan keluar, tiba-tiba Dokko Jin datang. Ae Hwan berusaha menghalanginya dan berpura-pura jadi fansnya. Ia meminta tanda tangan tapi Jin menolaknya karena ia harus segera rekaman.Ae Hwan berkeras dan terus mengikutinya, akhirnya Jin menandatangani kaosnya.
Tapi Ae Hwan terus menganggunya, kali ini ia minta foto, Jin jadi sedikit kesal. Ae Hwan melirik ke dalam ruang ganti dan melihat kalau ruangan itu kosong, ia pun segera pergi.
Jin menggerutu kenapa ada orang seperti itu. Mereka membicarakan film laga yang ia bintangi.


Jin bertanya kenapa Peter Jason belum menghubunginya. Jaesuk terlihat kebingungan, akhirnya ia berkata pada Jin kalau Peter Jason sudah menolaknya. Jin jadi marah, ia sudah mengirim anggur yang begitu mahal untuk ditolak.
Jaesuk berkata kalau ia ditolak karena bahasa inggrisnya yang jelek.
Dokko Jin jadi bingung, media sudah terlanjur tahu. Ia menyuruh Jaesuk keluar karena perasaannya sedang tidak enak
Ia masuk ke kamar mandi. Ia membayangkan komentar dari media yang menyerangnya seperti tissue yang menyerangnya di kamar mandi.
Ae Jung keluar dari tempat persembunyiannya. Ternyata dari tadi ia bersembunyi di belakang pakaian Jin. Ia mendengar pembicaraan Jin dengan Jaesuk.
Ia bersimpati padanya dan menukar kembali scarfnya, tapi tiba-tiba Dokko Jin keluar dari kamar mandi. Mereka sama-sama kaget. Tapi reaksi Jin lucu banget, kayak habis ngeliat hantu.


Ae Jung berpura-pura menjadi fansnya dan ingin keluar dari tempat itu. Jin menghentikannya dan menandatangani scarfnya. Ae Jung berteriak padanya, “Apa kau gila? Kau tahu berapa harganya ini?”
Jin membela diri, bukankah Ae Jung yang meminta tandatangan. Ae Jung masih panik, “Apakah kau tahu berapa harganya? Kenapa kau merusaknya?” Jin merasa bersalah dan memberikan scarfnya untuk mengganti scarf yang kotor itu.
Ae Jung mengejek tandatangan Jin, ia merasa mengenalinya dan membandingkannya dengan tanda tangan di tangannya.. Akhirnya ia tahu selebriti yang ada dalam van itu.


Ae Jung meminta Jin untuk minta maaf padanya. Jin segera meminta maaf dengan gaya seperti kakek-kakek. Setelah itu ia berkata kalau semuanya harus dikembalikan pada pemiliknya, ia merebut kembali scarfnya. Ae Jung tidak rela. Mereka pun berebutan seperti anak kecil.
Akhirnya Dokko Jin menang. Ia segera memasang scarf itu di lehernya dan melangkah pergi dengan penuh kemenangan. Ae Jung hanya bisa mengutuknya saja.


Ae Jung terpaksa memakai scarf dengan tanda tangan Jin saat wawancara di radio. Penyiar radio itu melihatnya dan bertanya apakah ia fans Jin. Ae Jung membantah. Ia beralasan kakaknya yang menyukai Jin, jadi ia mencarikan tanda tangan untuknya.


Penyiar itu bertanya padanya, menurutnya Dokko Jin itu orang seperti apa? Ae Jung menjawab bahwa Jin tidak seperti di televisi. Ia orang yang berbeda. Ia orang yang suka memerintah, kasar dan penuntut, dengan kata lain, ia adalah orang yang brengsek.
Ae Jung segera berkhayal, melihat kata-kata sanggahan dari para netizen di layar komputer dan berubah jadi pistol dan menembakkan kata-kata itu ke arahnya, memperingatkannya agar tidak berbuat macam-macam.
Ae Jung segera meralat kata-katanya, bahwa sebenarnya Jin terluka saat shooting film fighter, tapi ia tidak bisa jujur pada fansnya karena takut mereka khawatir.
Kata-kata Ae Jung membuat berita di media heboh. Bahkan kata kunci “Dokko Jin terluka” menjadi no 1.Ae Jung pun dipuji oleh fans Jin
Ae Hwan memberitahu Ae Jung kalau ia bertemu dengan PD Kim, produser acara kuis “Change The World.” Ia setuju Ae Jung ikut acara itu.
Ae Jung merasa gembira, tapi kegembiraannya lenyap ketika Ae Hwan memberitahunya kalau ia harus memainkan kuis itu bersama Jin.


Se Ri bertemu dengan produser “Couple Making”. Pada season 1, mereka menampilkan seorang pengacara dengan gaji 300 juta won. Season kedua mereka menampilkan seorang direktur tampan dengan gaji 400 juta won. Untuk season yang ketiga ini, mereka harus mencari orang yang lebih baik yang dinilai dari segi penampilan, tinggi badan, pendidikan,pekerjaan, latar belakang keluarga dan keuangan. Mereka harus bisa membuat pasangan yang serasi.


Yoon Pil Joo datang kerumah sakit, seorang perawat memberitahunya kalau ibunya sudah menunggu didalam. Ibu bertanya ia dari mana saja. Pil Joo menjawab kalau ia dari pasar, ia menemukan bezoar yang bagus untuk Presiden Kim.
Ibu memujinya dan menyuruhnya untuk bekerja keras agar bisa bersosialisasi. Pil Joo bertanya bukankah ibu berjanji,asalkan ia datang ke perjodohan ia boleh melakukan apapun yang disukainya.
Ibu hanya berkata kalau perjodohan itu tidak ada hasilnya. Lagipula ia berkata pada teman kencannya kalau ia tidak jadi membuka rumah sakit, tapi malah akan pergi belajar ke Cina. Ibunya tidak setuju dan tidak akan membiarkannya pergi.


Jin sedang kebingungan. Ia bingung mencari alasan. Ia takut media tahu kalau ia ditolak oleh Peter Jason.
Jaesuk menyarankan agar ia memanfaatkan rumor yang sedang beredar, bahwa ia sedang terluka. Ia menambahkan kalau Ae Jung yang menyebarkan rumor itu..
Jin merasa tidak mengenal Ae Jung, setelah Jaesuk memperlihatkan fotonya, Jin baru sadar siapa itu Ae Jung.
Jaesuk memberitahunya kalau Ae Jung adalah anggota Treasure Girl sama seperti Se Ri. Jaesuk heran karena Jin tidak mengenal grup musik itu.


Jaesuk bercerita bahwa Treasure Girl terdiri dari 4 orang, Ae Jung, Se Ri, Jenny dan Min Ah. Tapi yang paling populer adalah Ae Jung. Setelah setahun grup itu bubar. Ada rumor yang mengatakan kalau mereka bertengkar dan ada yang hamil. Setelah itu Ae Jung mencoba bersolo karir, tapi usahanya gagal. Setelah itu banyak rumor yang menjatuhkan Ae Jung.
Jaesuk bertanya apa hubungannya dengan Ae Jung, karena ia sampai tahu kalau Jin terluka. Jin merasa ia wanita yang aneh yang selalu menguntitnya, di van maupun di ruang ganti.
Jaesuk menduga kalau Ae Jung mendengar pembicaraan mereka ketika menguntitnya. Jin segera menyuruh Jaesuk untuk mencari nomor HP nya, ia takut Ae Jung juga tahu tentang Peter Jason.


Ae Jung sedang berada di restoran kepunyaan Jenny. Jenny berjanji padanya untuk menjualkan scarf dengan tandatangan Dokko Jin pada fansnya. Jenny khawatir pada acara TV nya besok, ia takut kalau Jin tidak mengangkat telponnya, karena itu berarti PD acara itu akan mengira kalau ia berbohong.
Tak berapa lama Jin menelponnya. Awalnya Ae Jung kaget, ia berpura-pura manis pada Jin dan memohon padanya untuk jadi partnernya di acara variety show besok. Jin menolak. Ae Jung mengancam akan menyebarkan berita kalau ia menyogok Peter Jason dan ditolak dari film itu.


Jin bertanya ia tahu seberapa banyak. Ae Jung menjawab kalau ia tahu semua. Ae Jung menyuruhnya untuk berterus terang pada publik, supaya ia tidak malu bila ketahuan. Jin langsung menolak sarannya. Ia bertanya apakah benar rumor kalau ia simpanan yakuza. Ia juga mengatakan hal-hal yang menyakiti hati Ae Jung. Ae Jung akhirnya berbohong kalau ia simpanan yakuza dan mengancam Jin, jika ia macam-macam, maka ia akan membalasnya.
Jin melihat berita tentang Treasure Girl dan semua rumornya, ia berpikir dalam hati apakah Ae Jung benar-benar simpanan Yakuza. Ketika mendengarkan lagu dugeun dugeun, tiba-tiba detak jantungnya jadi cepat. Jin bertanya-tanya apa yang terjadi pada dirinya.
Acara Change The World mulai dipersiapkan. Ae Jung merayu produser acara itu agar mengganti Dokko Jin dengan Jenny saja. Tapi produser itu tidak mau, ia tetap ingin Dokko Jin.
Di kantor, Representatif Moon bertanya pada Jin apakah ia harus memohon sekali lagi pada Peter Jason, karena kelihatannya Jin sangat ingin main film dengannya. Jin tidak mau karena itu memalukan.
Ae Jung mencoba menelpon Jin sekali lagi. Ia memohon padanya untuk membantunya


Ae Jung: “Dokko Jin, bisakah kau mengerti perasaanku? Perasaanku jika Dokko Jin menolak telponku sama dengan perasaanmu di tolak oleh Peter Jason.”
Acarapun di mulai. Ae Jung merasa nervous, ia takut Jin tidak mengangkat telpon itu.


Sedangkan Jin terus menatap telponnya, menunggu telpon itu berdering. Ketika telponnya berbunyi, ia kaget, tapi tidak mengangkatnya selama beberapa lama.


Di tempat lain, Se Ri sedang merencanakan acara Couple Making. Ia melihat acara Ae Jung di layar TV. Ia pergi ke studio itu untuk melihatnya. Ia ingin tahu dan sedikit cemburu pada mantan temannya. Ketika telpon itu tidak diangkat-angkat, Se Ri menyeringai.
MC mengumuman kalau Ae Jung gagal, tapi tiba-tiba terdengar suara Dokko Jin, akhirnya ia mengangkat telpon itu.


Ae Jung kaget, MC menyuruhnya segera memilih topik karena waktunya hampir habis. Jin menjawab semua pertanyaan Ae Jung dengan benar, ia sangat senang dan bersemangat. Jaesuk dan Representatif Moon terheran-heran melihat tingkahnya.
Pertanyaan terakhir adalah anggur. Ae Jung panik karena waktunya tinggal 10 detik, ia segera berkata tanpa berpikir, “Sogokan.” Peserta yang lain bingung, Dokko Jin juga tidak mengerti. Ae Jung berkata lagi, “Sogokan yang kau berikan pada Peter Jason.” Jin menjawab minuman anggur merah
Ae Jung: “Buah yang digunakan untuk membuat anggur merah.”
Jin: “Anggur.”


Jin sangat senang karena ia berhasil menjawab semua pertanyaan dengan benar. Ia pun melakukan gerakan-gerakan aneh tanpa sadar kalau rahasianya telah terbongkar.
MC bertanya pada Jin apa maksud perkataan Ae Jung tentang sogokan pada Peter Jason.
Keduanya sadar kalau mereka melakukan kesalahan.




source: http://www.bengawanseoul.com/2011/05/greatest-love-episode-1.html |shared by koreabanget!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...